Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • DPR RI : Vaksin yang Sedang Uji Klinis Diharapkan Jadi Solusi Atasi Pandemi Covid-19

DPR RI : Vaksin yang Sedang Uji Klinis Diharapkan Jadi Solusi Atasi Pandemi Covid-19

Jumat, 24 Juli 2020 21:11 WIB
Foto Dok/Intan Fauzi

Intan Fauzi

Jakarta (SIB)
DPR RI mendukung upaya pemerintah menjadikan vaksin Covid-19 yang sedang dalam uji klinis fase III oleh Bio Farma sebagai solusi mengatasi pandemi Covid-19.

“ Setiap kebijakan pemerintah yang pro rakyat, sudah pasti didukung melalui politik anggaran di DPR, termasuk uji klinis vaksin Covid-19 yang anggarannya telah dialokasikan sebesar Rp 695,2 triliun “ kata anggota Komisi IX DPR RI FPAN, Intan Fauzi, dalam dialektika demokrasi “Vaksin Covid: Masalah atau Solusi?” bersama anggota Komisi XI DPR RI FPKS Anis Byarawati, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Hermawan Saputra, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena di Kompleks Parleme, Senayan Jakarta, Kamis (23/7).

Namun, kata Intan, pemanfaatan anggaran tersebut harus tepat sasaran. Sebab, setiap rupiah, setiap uang pajak rakyat yang disetor ke APBN harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Politisi PAN ini melihat, serapannya memang masih rendah. Sebab, realisasi per 1 Juli 2020 masih sebesar Rp127,4 triliun atau setara dengan 18,3 persen dari alokasi total dukungan fiskal penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun.

Hal ini terjadi, bisa saja karena pemerintah tidak punya konsep yang jelas dalam mendesain program kerja.

Karena itu, diminta kehati-hatian, terutama dalam era new normal ini. Pada saat, semua dibuka (dilonggarkan) untuk masyarakat, kecuali pendidikan yang tetap dari rumah, maka masyarakat harus tetap mematuhi protokol Covid-19. Apalagi, vaksin adalah solusi untuk mengatasi pandemi Corona ini.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena juga mendukung uji klinis vaksin tersebut, karena vaksin ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umunya untuk membunuh Covid-19.

“Jadi, kerjasama dengan siapapun Bio Farma sebagai BUMN yang mempunyai reputasi dan berpengalaman, selama 6 bulan ke depan atau awal tahun 2021 diharapkan berhasil menjadi vaksin Covid-19,” ujar Emmanuel.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Hermawan Saputra, meminta uji klinis vaksin tersebut dilakukan secara diam-diam atau silent. Bukan dipublis secara gegabah.

Sebab, kalau salah bisa menjadi bumerang. Makanya, pemerintah dan pihak terkait harus belajar dari kasus-kasus sebelumnya agar tidak membingungkan masyarakat. (J01/f)

T#gs DPR RIpandemi Covid-19pandemi Covid 19Uji KlinisVaksin
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments