Jumat, 07 Agu 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Belajar dari Konflik Timteng, Ketua MPR: Pemuka Agama Harus Jadi Penyejuk

Belajar dari Konflik Timteng, Ketua MPR: Pemuka Agama Harus Jadi Penyejuk

Jumat, 17 Juli 2020 21:13 WIB
Foto: Dok/Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo

Jakarta (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan peran para pemuka agama sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain sebagai pengayom, para pemuka agama mempunyai posisi penting dalam menjaga kebhinekaan dan persatuan bangsa.

"Para pemuka agama kini mempunyai tantangan yang tidak ringan. Selain merekatkan ikatan kebangsaan, pemuka agama juga harus menjadi bagian dari penyejuk masyarakat, bangsa dan negara," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Hal ini dia sampaikan dalam Bincang Santai Sosialisasi Empat Pilar Antar Umat Beragama di Depansar Bali, yang digelar oleh Gerakan Membangun Solidaritas (Gerak BS) Bali. Acara ini menghadirkan pembicara utama Gus Nuril Arifin Husein dan para tokoh lintas agama di Bali.

Mantan Ketua DPR RI ini menandaskan kerukunan antarumat beragama menjadi pondasi utama bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan sampai Indonesia mengikuti negara-negara seperti di Timur Tengah yang selalu berkonflik antar satu dengan yang lainnya. Apalagi, konflik yang mengatasnamakan agama.

"Kedamaian dan kelangsungan negara harus kita jaga dengan baik. Jangan sampai kita terjebak dalam konflik horizontal berkepanjangan yang tidak akan ada habisnya. Konflik di berbagai negara Timur Tengah telah menjadi pelajaran penting bagi kita. Agama seharusnya digunakan untuk mendamaikan dan mencerahkan umat manusia, bukan sebagai alat adu domba," terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan pada dasarnya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme. Tindakan teror yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sama sekali bukan karena adanya pengaruh ajaran agama tertentu. Tetapi, karena ulah manusia, baik individu maupun golongan yang bersifat radikal dan tak menginginkan adanya kedamaian.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan radikalisme, kebencian serta permusuhan. Namun yang ada adalah orang radikal yang memeluk agama tertentu. Jadi bukan salah agamanya, melainkan salah orangnya," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, masih ada orang-orang radikal yang ingin mengacaukan NKRI. Karena itu, semua pihak harus waspada. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat, jika melihat orang atau kelompok yang mencurigakan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

"Kita perkuat solidaritas sampai ke lingkup terkecil di RT dan RW. Masyarakat jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat jika ditemukan adanya orang atau kelompok yang meresahkan. Dengan demikian kita akan tutup pergerakan orang-orang berhaluan radikal sampai ke lingkup yang terkecil," pungkas Bamsoet. (Detikcom/d)

T#gs Belajar dari Konflik TimtengHarus Jadi PenyejukKetua MPRPemuka Agama
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments