Jumat, 07 Agu 2020

    BP2MI : Sindikat Pemberangkatan PMI Ilegal, Ada Oknum Aparat Hingga Pemda

    * Tangani 142 Ribu PMI Bermasalah dan Telah Pulangkan 278 Jenazah
    Senin, 27 Juli 2020 21:54 WIB
    Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom

    Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. 

    Jakarta (SIB)
    Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkap adanya permainan oknum aparat hingga Pemda dalam pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Hal itu dilakukan untuk memuluskan aksi calo.

    "Bagaimana mereka meng-handling di bandara dan pelabuhan untuk PMI diberangkatkan, tidak lengkapnya persyaratan akan diurus oleh pihak yang meng-handling mereka adalah oknum yang bisa saya katakan oknum TNI, polisi, dan imigrasi. Ini adalah jaringan yang sangat terorganisir dengan kerja sistematis," kata Benny di kantornya, Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

    Benny menjelaskan modus operandi bagaimana calo membujuk masyarakat untuk bekerja sebagai pekerja migran. Dia menyebut ada oknum perangkat desa sampai pemerintah daerah yang juga ikut berperan dalam pemberangkatan PMI ilegal. "Modus operandinya kita sudah paham peran siapa, melakukan apa, fakta di lapangan kita juga paham. Ada calo yang beroperasi di level bawah kepada masyarakat di desa menjanjikan pekerjaan nyaman dan gaji besar," ujar Benny.

    "Oknum kepala desa memainkan memanipulasi dokumen awal apakah KTP atau surat jalan. Jika ada administrasi yang dibutuhkan di tingkat atasnya maka oknum di Pemda jadi bagian sindikat," tambahnya.

    Benny menyebut PMI ilegal dijanjikan hal tertentu ketika berangkat. Namun, dia mengatakan mereka nantinya sulit mendapatkan pengawasan dari negara. "Yang pasti mereka dijanjikan berangkat dengan cara cepat. Tapi risikonya mereka berangkat di luar kontrol perlindungan negara karena nama dan negara mereka bekerja, apa pekerjaan itu tidak terdeteksi dalam sistem kita," jelas Benny.
    Pulangkan 278 Jenazah
    Lebih lanjut Benny Rhamdani mengatakan, telah menangani 142 ribu PMI yang bermasalah. BP2MI juga telah memulangkan sebanyak 278 jenazah PMI yang meninggal dunia di luar negeri ke Tanah Air sejak awal tahun. "Kita sudah memulangkan jenazah 278 dari 1 Januari-19 Juli 2020," kata Benny.

    Benny juga turut mengurus pekerja migran yang sakit dan bekerja sama dengan RS Polri. Pihak keluarga PMI yang sakit dipastikan terbebas dari biaya rumah sakit karena ditanggung oleh BP2MI. "Yang sakit 161, tiba di bandara atau pelabuhan kita langsung rujuk ke rumah sakit, kita kerja sama dengan RS Polri yang pembiayaannya dalam penanganan BP2MI, keluarga tidak mengeluarkan dana apapun," ujar Benny.

    Benny turut memaparkan jumlah anak buah kapal (ABK) WNI yang berhasil dipulangkan BP2MI. Calon pekerja migran yang bermasalah juga dipulangkan ke daerah asal. "ABK yang sudah kita tangani kepulangannya 21.115. Calon PMI 415 yang belum sempat berangkat dan mendapatkan masalah sehingga harus kita kembalikan ke kampung halaman mereka," ungkapnya.

    Laporkan Penipuan
    Benny juga melaporkan kasus penipuan yang mencatut namanya dan staf BP2MI ke Polda Metro Jaya. Penipuan diketahui setelah dirinya melakukan penggerebekan terhadap perusahaan penyalur PMI akhir pekan lalu.

    "Saya ingin menyampaikan suatu peristiwa tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan saya pribadi sebagai Kepala BP2MI dan mengatasnamakan salah satu staf BP2MI. Saya meminta masyarakat agar berhati-hati jika ada orang atau oknum yang meminta-minta uang dengan nama pribadi saya atau BP2MI. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar dan hanya modus penipuan," ungkap Benny dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).

    Ia mengungkap, ada oknum mencatut namanya kepada 2 perusahaan penyalur PMI yang ia gerebek. Akibat penipuan itu, kata Benny, 2 perusahaan akan menyalurkan PMI secara ilegal.

    “Seorang yang telah melakukan penipuan tersebut adalah terkait dengan peristiwa penggerebekan yang telah dilakukan BP2MI terhadap 2 perusahaan swasta yang akan mengirimkan 19 calon PMI ke Thailand. Perusahaan itu akan memberangkatkan calon PMI secara non prosedural dan kasusnya telah saya laporkan secara resmi Kepada Bareskrim pada Selasa kemarin tanggal 21 Juli 2020," tuturnya.

    Benny mengatakan, penipu itu telah berhasil meminta uang sebesar Rp30 juta kepada pihak perusahaan yang ia gerebek tersebut. Pihak perusahaan juga telah memiliki bukti transfer dan nomor telepon yang digunakan si penipu dengan mengatasnamakan Kepala BP2MI.

    "BP2MI tidak pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan BP2MI. Saat ini genderang perang sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural telah ditabuh, BP2MI akan laksanakan tanpa pandang bulu dengan siapa yang di belakang para sindikasi tersebut," tegas Benny.

    Laporan penipuan tersebut telah dilayangkan BP2MI ke Polda Metro Jaya dan mengharapkan aparat hukum kepolisian segera melakukan penyelidikan sampai tuntas, karena tindakan penipuan tersebut telah mencemarkan nama baik Kepala BP2MI dan BP2MI secara kelembagaan. (detikcom/f)

    T#gs BP2MIOknum AparatPMIPemdasindikat
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments