Rabu, 13 Nov 2019

BKKBN: Kepadatan Penduduk Penyebab Banjir Jakarta

Senin, 20 Januari 2014 11:49 WIB
SIB/Antara
BANJIR MELANDA KARAWANG : Warga mengevakuasi korban banjir yang menderita sakit di wilayah Gempol, Tanjungpura, Karawang Barat, Jabar, Minggu (19/1). Puluhan ribu rumah yang tersebar di 18 kecamatan sekitar Karawang terendam banjir, selain akibat tingginy
Jakarta (SIB)- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal menyatakan kepadatan jumlah penduduk menjadi salah satu penyebab bencana banjir di sejumlah wilayah di Ibu kota Jakarta.

"Tingginya jumlah penduduk mengakibatnya bangunan perumahan yang berdekatan satu sama air sehingga lahan untuk resapan air menjadi terbatas," kata Kepala BKKBN Fasli Jalal di Jakarta, Minggu.

Sementara itu, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Wendy Hartanto menambahkan kepadatan penduduk berbanding lurus dengan semakin tingginya kebutuhan akan lahan.

"Jika penduduk semakin banyak, sementara lahan yang tersedia semakin terbatas, maka pembangunan perumahan akan semakin berhimpitan, bahkan terkadang lokasinya di bantaran sungai," katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menjadi salah satu penyebab banjir.

"Lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air, disemen untuk didirikan bangunan-bangunan," katanya.

Apalagi, tambah dia, banyak penduduk yang kerap membuang sampah sembarangan, sehingga menghambat aliran air sehingga air meluap dan menimbulkan genangan.

Karena itu, selain terus menggencarkan program KB, tambah dia, pemerintah harus mempertegas aturan tata ruang kota terutama terkait pemukiman di bantaran sungai dan mengoptimalkan sistem drainase yang menjadi tanggung jawab bersama baik oleh pemerintah pusat dan daerah maupun seluruh masyarakat.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan harus terus dilakukan.

"Ditambah lagi, arus urbanisasi harus dicarikan solusi terbaiknya, urbanisasi mengakibatkan banyak penduduk pindah ke Jakarta dan sebagian adalah penduduk dengan ekonomi menengah ke bawah sehingga memilih tinggal di bantaran sungai dan tempat-tempat yang seharusnya tidak dijadikan pemukiman lainnya," katanya. (Ant/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments