Jumat, 14 Agu 2020

Antisipasi Kerawanan Pemilu, Golkar Apresiasi Langkah Bawaslu

Selasa, 28 Januari 2014 15:34 WIB
SIB/Int
Badan Pengawasan Pemilu
Jakarta (SIB) - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membangun sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi-potensi kerawanan pelaksanaan Pemilu legislatif pada 9 April mendatang.

 Sistem tersebut dibangun Bawaslu untuk mencegah terjadinya kerawanan Pemilu seperti kegagalan tahapan pemilu, manipulasi suara, hingga kerusuhan dalam konteks kerawanan sosial. 

" Partai Golkar sebagai salah satu peserta sangat terbantu dengan apa yang dilakukan Bawaslu, sehingga gangguan-gangguan yang mungkin terjadi dalam pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi dapat diminimalisir, "  kata  anggota Komisi II DPR RI yang juga Wasekjen DPP Partai Golkar  Nurul Arifin kepada wartawan di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta,  Senin (27/1). 

Dia meminta agar   tindakan yang dilakukan Bawaslu  harus  juga  diikuti setiap partai peserta pemilu demi kualitas pemilu itu sendiri. 

"Keamanan seluruh rangkaian pemilu hendaknya harus didukung oleh setiap peserta pemilu, tidak hanya Bawaslu, karena keamanan Pemilu harus terus dijaga hingga berlangsungnya pemilu Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya. 

Bawaslu telah melakukan kajian dan pemetaan terhadap 510 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia.  

Ada  empat tahapan yang menjadi fokus kajian Bawaslu,  di antaranya proses kampanye, pendaftaran dan pemutakhiran pemilih, produksi dan pendistribusian logistik, serta  pemungutan dan penghitungan suara. 

Tahapan ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni sangat rawan, rawan dan aman. (G1/ r)

T#gs Pemilu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments