Minggu, 19 Mei 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • AS Berikan Bantuan 100.000 Dolar kepada Pengungsi Gunung Sinabung

AS Berikan Bantuan 100.000 Dolar kepada Pengungsi Gunung Sinabung

Sabtu, 08 Februari 2014 22:31 WIB
Jakarta (SIB)- Sebagai tindakan tanggap bencana atas letusan Gunung Sinabung yang masih terus berlangsung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Badan Bantuan Bencana Luar Negeri AS (USFDA) melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), memberikan bantuan kemanusiaan senilai 100.000 dolar AS kepada para pengungsi yang berada di tempat-tempat pengungsian.

"Saya terkesan dengan semangat kuat dan ketahanan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung. Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia menolong masyarakat Sinabung untuk pulih dari bencana ini dan membangun kembali hidupnya, dan terus membantu Pemerintah Indonesia memantau aktivitas gunung berapi untuk menyelamatkan banyak jiwa,” ungkap Duta Besar AS Robert Blake lewat siaran pers Kedubes AS di Jakarta yang diterima harian SIB, Jumat (7/2/2014).

Sumbangan dana tersebut akan membantu International Organization for Migration untuk membeli, mendistribusikan, dan mengisi kembali pasokan penting bagi mereka yang tinggal di pengungsian dan terkena dampak parah akibat pasca letusan. 
 
Pada saat yang sama, Program Bantuan Bencana Gunung Berapi (Volcano Disaster Assistance Program/VDAP) USAID di bawah naungan kemitraan dengan Badan Survei Geologi AS juga memberikan bantuan teknis di lapangan maupun jarak jauh serta peralatan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperkuat pemantauan dan tanggap bencana gunung berapi.

Peralatan tersebut menciptakan jaringan pemantau seismik di dekat Gunung Sinabung untuk mendeteksi gempa bumi yang berkaitan dengan gunung berapi – seringkali kejadian ini merupakan pertanda sebelum terjadinya letusan – dan digunakan oleh PVMBG untuk mendirikan tiga stasiun lapangan seismik dan sebuah stasiun pangkalan di dekat Gunung Sinabung.

Stasiun-stasiun ini memungkinkan pemantauan gunung berapi secara langsung dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat di sekitarnya.  Data dan tafsir satelit pengindraan jarak jauh mendukung para pengelola tindakan tanggap bencana mengambil berbagai keputusan yang dapat menyelamatkan jiwa. Sejak 2004, VDAP USAID mulai memperkuat kapasitas pemantauan gunung api, mitigasi serta kapasitas tanggap bencana di Indonesia.

Gunung Sinabung meletus untuk pertama kalinya setelah lebih dari 400 tahun pada 29 Agustus 2010 dan kemudian mulai meletus lagi pada September 2013 menyebabkan sekitar 31.000 orang harus mengungsi. Staf USAID terus bekerja sama dengan para pejabat pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan di Sumatera Utara untuk memantau situasi dan memberikan bantuan secara terkoordinasi bagi para pengungsi.

Program ini adalah salah satu komponen dari program bantuan bencana dan perubahan iklim Amerika Serikat di Indonesia yang menunjukkan luasnya cakupan kerjasama AS di bawah Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. (Rel/R14)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments