Selasa, 17 Sep 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • 74 Tahun RI Merdeka, Warga Polman Sulbar Masih Gotong Jenazah 15 Km

74 Tahun RI Merdeka, Warga Polman Sulbar Masih Gotong Jenazah 15 Km

admin Senin, 19 Agustus 2019 20:16 WIB
Polewali Mandar (SIB) -Kisah rombongan pengantar jenazah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat para rombongan menggotong jenazah sekitar 15 km karena tak adanya akses kendaraan.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh Juangsah, terlihat warga bergotong royong memikul jenazah yang dimasukkan ke dalam selembar kain sarung. Dalam video durasi 26 detik itu juga terlihat mereka mengangkat keranda menggunakan bambu, melewati jalan terjal dan berliku.

Saat dikonfirmasi, Juangsah mengaku kejadian tersebut terjadi hari Senin, 12 Agustus lalu. Jenazah yang diketahui bernama Jalu (50 Tahun). Jalu diketahui meninggal, setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan.

Jenazah Jalu terpaksa dipikul ke kampung halamannya di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo lantaran buruknya akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan. Perjalanan yang ditempuh pun membutuhkan waktu sampai 1 jam.

"Memang hanya itu jalan satu-satunya jika kami ingin memulangkan jenazah atau membawa warga yang sakit, soalnya kampung kami masih sangat terisolir dan tidak dapat dijangkau kendaraan, jangankan roda empat, roda dua saja masih sangat susah," ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (16/8).

Juangsah mengaku, proses memikul jenazah sejauh 15 Km ini dilakukan warga dengan waktu tempuh lebih kurang satu jam lamanya.

"Dimulai dari perbatasan Desa Ihing dan Desa Lenggo, biasanya kami tempuh dalam waktu beberapa jam karena medannya yang memang berat apalagi membelah pegunungan, cuman waktu itu ada banyak warga yang membantu, proses pemulangan jenazahnya menjadi lebih cepat," ungkapnya.

Pasca diunggah di media sosial, rekaman video tersebut langsung dibagikan banyak orang dibanjiri komentar. Tidak sedikit di antaranya yang menyoroti pembangunan infrastruktur di daerah ini yang belum merata, di saat Republik Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke 74.

"Tdk lamah lgi Kita warga Indonesia memperingati hasil kemerdekaan Indonesia sdh 74 Tahun,.?tapi mengapa pembangunan Infrastructures Terusus di kabupaten polewali mandar belum meratan juga pembagunan,. Ada 16 kecemantan diantaranya sangat memperhatikan, Tutar bolu, matangaga inikah Di bahasakan polman jago. Salam perubahan.." ucap warganet Rauf Buqhari mengomentari video tersebut.

Warga net lainnya, Dwitati Martosendjoyo mengatakan, video ini membuat miris menjelang 17 Agustus nanti. Dia berharap Pemda segera turun tangan membantu desa itu agar tak terisolir.

"Seharusnya Pemda setempat turun ke lapangan. Sungguh miris di usia 74 thn merdeka msh ada daerah seperti ini," tulis Dwitati. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments