Sabtu, 19 Okt 2019

20 Negara Kepulauan Rembuk Bahas Perubahan Iklim di Manado

Minggu, 04 November 2018 11:43 WIB
Manado (SIB) -Sebanyak 20 negara kepulauan berumpul di Manado, Sulawesi Utara, dalam acara The Archipelagic and Island States Forum (AIS). Mereka membahas soal mitigasi perubahan iklim di negara kepulauan. 

"Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerja sama antar negara kepulauan dan negara pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim," kata Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang menjadi tuan rumah AIS dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11).

Ia berharap forum AIS dapat memberikan informasi penting bagi seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim.

"Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan," ucap Olly.

Olly menjelaskan, di Forum AIS dilakukan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum. Penandatanganan Deklarasi Manado disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
 
Dalam kesempatan itu, Luhut mengharapkan Forum AIS dapat mendorong bisnis dan solusi keuangan untuk mendanai proyek perubahan iklim.

"Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Luhut.

Ia melanjutkan, negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah, namun dengan pendekatan yang paling hemat biaya.

"Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya," imbuhnya.

Di bawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerja sama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana, serta bekerja sama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, hingga tata kelola maritim dan mendorong pengembangan tata kelola kelautan. 

Country Director UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkomitmen untuk membantu agar negara-negara pulau dan kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG's.

"Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka," kata Bahuet.

"Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggota mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS," kata Bahuet. 

Menurutnya, dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Adapun delegasi 20 negara yang hadir antara lain Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste dan Inggris. (detikcom/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments