Kamis, 20 Jun 2019

2 Ekor Beruang Terkena Jerat Babi di Aceh

admin Rabu, 12 Juni 2019 18:30 WIB
SIB/ANT/Khalis Abdya
TERKENA JERAT: Beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat babi di perkebunan sawit Desa Lubuk, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (11/6). Dua ekor Beruang Madu jantan dan betina yang terkena jerat babi milik warga kini telah berada dalam perawatan dan pengawasan petugas terkait.
Banda Aceh (SIB) -Dua ekor beruang terkena jerat babi di pegunungan Desa Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Aceh. Warga setempat masih menunggu pihak terkait untuk melepaskannya.

"Kondisi dua beruang ini masih hidup. Kami masih menunggu orang lingkungan datang untuk melepasnya," kata seorang pemuda setempat, Bashir saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (11/6).

Keberadaan beruang diketahui warga kemarin pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ada masyarakat melihat satwa dilindungi itu terkena jerat babi. Info itu dengan cepat menyebar sehingga banyak pemuda setempat ke lokasi.

Mereka berjaga-jaga di sekitar beruang. Warga mengaku tidak berani melepas sendiri jerat yang terkena pada beruang.

"Jerat itu dipasang warga. Menurut info, beruang itu terkena jerat sejak semalam. Sekarang belum berani kami lepas karena takut mengamuk," jelas Bashir.

Bashir menduga, pemilik jerat yang terbuat dari tali itu memasang jerat di sana untuk menangkap babi. Warga setempat juga sudah beberapa kali mengingatkan para pemburu agar tidak memasang jerat sembarangan.

Pasca penemuan beruang itu, Bashir mengaku sudah tidak mengetahui keberadaan sang pemilik jerat. "Ini baru pertama terkena beruang. Posisi pemilik jerat sekarang kita tidak tahu," ungkapnya.

Menurut Bashir, warga setempat berharap pihak terkait segera ke lokasi untuk melepas beruang. Selain itu, beruang itu juga harus dievakuasi agar tidak membahayakan pekebun di sana.

"Yang kami takutkan, kalau tidak dilepas imbasnya ke warga yang ke kebun kalau nanti dia lepas," beber Bashir. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments