Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • 11 Tokoh Nias dan 129 Caleg Dapil Sumut II Bersaing Rebut 10 Kursi DPR RI

11 Tokoh Nias dan 129 Caleg Dapil Sumut II Bersaing Rebut 10 Kursi DPR RI

admin Kamis, 10 Januari 2019 20:59 WIB
Nias (SIB) -Dari pengumuman KPU tentang daftar calon tetap DPR RI secara nasional, diketahui untuk dapil Sumut II tercatat 140 caleg akan berkompetisi merebut 10 kursi di Senayan.

Dari 140 kursi tersebut, 11 orang di antaranya dari etnis Nias yakni Dermawati Harefa dan Ali Yusran Gea (Gerindra), Turunan Gulo (PDIP), Suasana Dachi dan Christian Zebua (Nasdem) serta Ami Hari Hondro (Berkarya).

Kemudian Sabanuddin Hulu dan Nofedin Waruwu (PSI), Barnabas Y Sihura dan Ilham S Lahagu (PAN) serta Desyana Ndruru dari Demokrat.

Jika menghitung di atas kertas, peluang ke-11 perwakilan Tano Niha tersebut termasuk sulit, namun situasi politik bisa tidak terduga.
Pasalnya, di wilayah dapil II yang meliputi 5 daerah di Pulau Nias ditambah 14 daerah lainnya, terdapat nama-nama beken yang di antaranya sudah akrab dengan pileg DPR seperti Gus Irawan Pasaribu, Trimedya Panjaitan, Rambe K Zaman, Jhonny Allen Marbun, Sihar Sitorus, Martin Manurung dan lainnya.

Selain itu, ada sosok berpengaruh seperti mantan kepala daerah, pengusaha dan tokoh kharismatik di kabupaten/kota masing-masing.

Melihat pencalegan yang sangat ketat, perhatian publik khususnya masyarakat Nias cukup tersita, sebab warga Nias membutuhkan sosok perwakilan daerah untuk dapat duduk di kursi DPR sebanyak-banyaknya agar menciptakan energi lebih kuat dalam mendorong pembangunan di Pulau Nias yang notabene masih berstatus tertinggal.

Masyarakat Pulau Nias diharapkan dapat berpikir lebih realistis demi menyatukan suara kepada sosok sosok asal Nias yang berkompeten serta berjiwa pelayan.

"Pileg yang segera berlangsung salahsatu kesempatan mendudukkan tokoh-tokoh Nias untuk ikut bekerja memperjuangkan pembangunan daerah yang selama ini didera kemiskinan dan ketertinggalan," kata Wahyu, tokoh pemuda di Gunungsitoli, Rabu (9/1).

Sehingga menurutnya, pileg merupakan saat tepat dalam menyatukan persepsi dan secara bulat memilih tokoh-tokoh daerah yang dianggap lebih mumpuni, berjiwa sosial dan pelayan.

"Dari antara 11 tokoh Nias yang maju, kita tidak sulit membedakannya, siapa yang layak dan siapa yang hanya mementingkan diri sendiri. Mari kita pilih yang mau membangun Nias kelak, bukan hanya janji-janji, lihat jejak dan karyanya," katanya. (BR9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments