Minggu, 05 Apr 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Sertifikat Tanah dan Tambang Milik Suami Eddies Adelia Rp 4,1 Miliar Disita

Sertifikat Tanah dan Tambang Milik Suami Eddies Adelia Rp 4,1 Miliar Disita

Selasa, 11 Maret 2014 18:37 WIB
Jakarta (SIB)- Penyidik Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti dari tersangka penipuan kerjasama fiktif batubara Ferry Ludwankara alias Ferry Setiawan. Selain uang, polisi menyita sertifikat tanah dan tambang milik suami artis Eddies Adelia itu.

"Kita sudah menyita sertifikat tanah dan tambang tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Sertifikat itu berupa tanah senilai Rp 1 miliar di Bandung, Jawa Barat dan lahan tambang di Kalimantan senilai Rp 3 miliar. "Masih dicek di lapangan (sertifikat tanah tersebut), termasuk dalam pemeriksaan Eddies Adelia," ujar Rikwanto.

Ferry ditangkap aparat Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada tanggal 18 Oktober lalu, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ia ditangkap setelah dilaporkan oleh Apriyadi dalam laporan bernomor LP: 3330/IX/2013/PMJ/Ditreskrimsus, tanggal 24 September 2013 lalu.

Dalam praktiknya, Ferry menawarkan investasi batubara fiktif, memasok batubara ke PT PLN Batubara. Korban kemudian menyanggupi untuk memberikan suntikan dana ke perusahaan tersangka dengan persyaratan memberikan fee Rp 12 ribu per metrik ton setiap shipment terhitung 7-10 hari setelah penyerahan uang dari pelapor.

Sejak tanggal 23 Juli hingga 3 Agustus 2013, Ferry mengaku telah mengirim batubara ke PT PLN Batubara sebanyak 7 kali dengan kuota total 73.057 MT dan untuk pendanaan 7 tongkang batubara tersebut, Apriyadi telah menyerahkan modal secara bertahap dengan jumlah Rp 21 miliar lebih.

Ferry juga menyertakan dokumen pengapalan batubara tersebut ke korban sebagai tanda bukti. Namun Ferry tidak memberikan fee yang dijanjikan kepada korban.

Belakangan korban mengetahui, bahwa kerjasama perusahaan Ferry dengan PT PLN Batubara adalah fiktif. Dokumen-dokumen pengapalan batubara juga diketahui palsu. Hingga akhirnya Ferry berjanji akan mengembalikan uang korban pada tanggal 6 September 2013 dengan cara pembayaran dua tahap. (detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments