Kamis, 09 Apr 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kunker ke Wajo, Gubernur Sulsel Tanam Jagung Bibit Indonesia-Jepang

Kunker ke Wajo, Gubernur Sulsel Tanam Jagung Bibit Indonesia-Jepang

redaksisib Rabu, 22 Januari 2020 21:47 WIB
news.detik.com
Noval Dhwinuari Antony-detikcom/ Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Soppeng, Sulsel.
Wajo (SIB)
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo, Sulsel. Nurdin menanam jagung manis hasil pemuliaan bibit Indonesia-Jepang yang mulai dilakukan 5 tahun lalu.

Nurdin secara simbolik menanam jagung pemuliaan Indonesia-Jepang di Desa Bulue, Wajo, Selasa (21/1). Nurdin berkisah, jagung manis hasil persilangan bibit jagung Indonesia dan Jepang ini mulai dilakukannya sejak menjabat Bupati Bantaeng pada tahun 2014 silam.

"Jadi awalnya memang saya suka makan jagung Jepang, dan pernah saya bawa jagung Jepang, saya kasih coba semua orang, dan semua orang suka. Kan susah kalau harus beli di Jepang, kadang kita cari dapatnya di Singapura, itu sudah dimasak, difakum, itu bertahan 1 tahun. Nah jagung ini sebenarnya dimakan mentah itu lebih enak," kata Nurdin dalam sambutannya.

Jagung hasil persilangan Indonesia-Jepang itu kemudian diberi nama jagung manis varietas unggul NA 1 dan NA 2. NA merujuk ke singkatan nama Nurdin Abdullah.

"Jagung ini bukan pemberian (nama NA) karena saya gubernur, memang saya yang bawa, dan saya yang kembangkan bersama dengan Balitsereal (Balai Penelitian Tanaman Serealia)," paparnya.

Saat itu Nurdin mengajak Balitsereal untuk bersama-sama mengembangkan bibit jagung manis dengan persilangan bibit Indonesia-Jepang. Nurdin menilai jagung manis memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Terlebih jagung manis asal Jepang memiliki nilai dan kualitas yang jauh lebih baik.

"Jagung manis itu jauh lebih mahal, nah harapan kita adalah kalau ini bisa berkembang, kita bisa menjadi pengekspor jagung manis. Dan Jepang siap untuk menjadi marketing kita. Jadi Jepang tidak perlu lagi menanam jagung, tinggal kita penuhi pasar Jepang ke seluruh dunia, itu harapan kita," paparnya.

Ke depan, Pemprov Sulsel akan menyiapkan teknologi pascapanen untuk memasarkan jagung varietas NA 1 dan NA 2. Nurdin mengungkapkan, jagung Jepang per satu biji dijual seharga 1.000 Yen, atau sekitar Rp 130.000.

"Jadi kita tinggal siapin teknologinya, habis panen kita masak, masaknya juga ada teknologi, terus kita vacum, kita bekukan, kita ekspor. Di Jepang harga 1 jagung itu 1.000 Yen, itu 1 biji. 1.000 Yen itu sekitar Rp130.000, satu biji. Tapi kalau saya kita nggak usah pikir dulu orang, kita nikmati dulu jagungnya. Nanti setelah kita nikmati baru kita berpikir untuk jual," paparnya.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas itu mengungkapkan, jagung varietas NA 1 dan NA 2 memang merupakan perkawinan antara bibit jagung manis Indonesia dan Jepang. Namun hasilnya menunjukkan jagung Jepang yang lebih dominan.

"Dan jagung ini produksinya juga tinggi. Produksinya bisa sampai 12 ton. Tongkolnya besar, nah kita sekarang kita lagi dorong bagaimana 1 batang itu bisa 3 tongkol. Nah itu yang itu lagi (target) kita, jadi jangan terus memperluas areal penanaman habisin hutan kita. Tapi lahan yang ada kita maksimalkan," jelasnya.

"5 Tahun yang lalu saya bawa bibitnya, kita coba lakukan pemuliaan. 5 tahun tidak mudah, kita kawin kan dengan jagung Indonesia tapi kita ingin jagung Jepang yang menonjol. Hari ini kita sudah temukan jagung Jepang-nya murni jagung Jepang, tapi cocok untuk kita kembangkan di Indonesia," lanjutnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments