Jumat, 05 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Berita Terkini
  • Waktu Pasien Covid-19 Meninggal di Dairi Bersamaann dengan Rapid Test dan Tidak Dirujuk

Waktu Pasien Covid-19 Meninggal di Dairi Bersamaann dengan Rapid Test dan Tidak Dirujuk

Edison P Malau Sabtu, 04 April 2020 22:04 WIB
Victorynews

Ilustrasi

Sidikalang (SIB)
Pemerintah Kabupaten Dairi hingga saat ini masih mendapat banyak pertanyaan dari warga Dairi, khususnya Sidikalang terkait meninggalnya SAT yang belakangan dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (covid-19). Pertanyaan itu muncul, karena pasien tidak dirujuk ke RSU Adam Malik dan waktu rapid test sama dengan waktu meninggal.

Dalam siaran pers yang selalu terlambat datang, disebutkan pasien memiliki riwayat diabetes melitus/kencing manis dan masuk untuk perawatan di rumah sakit pada Senin (31/3/2020), dengan keluhan demam sudah 4 hari, disertai batuk dan menceret 1 hari.

Selanjutnya, dilakukan perawatan terhadap pasien dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh pasien 36,5 ‘C dan tindakan medis yang dilakukan foto thorax (dada), pemeriksaan laboratorium serta dirawat di ruang VIP RSUD Sidikalang.

Masih dalam siaran pers, pasien melalui pemeriksaan lanjutan lagi dengan foto thorax, pemeriksaan darah rutin dan diperoleh hasil kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Sehingga, Jumat (3/4/2020) pukul 19.20 WIB, pasien dipindahkan ke ruang isolasi.

Namun, terlihat kejanggalan tindakan saat dilakukan rapid test untuk antisipasi dengan hasil positif pada Sabtu (4/4/2020) dengan waktu yang tidak dituliskan. Sedangkan pasien meninggal pada Sabtu (4/4/2020) pukul 08.30 WIB.

Beberapa warga yang tidak mau namanya dituliskan, sangat berharap tindakan cepat dan tepat dilakukan Pemkab Dairi. Warga juga meminta transfaransi tindakan penanganan Covid-19 di Dairi, termasuk langkah-langkah dan standar pelayanan oleh para tenaga medis.

“Kami sangat kecewa, resah dan khawatir. Kami juga bertanya, kenapa tidak dilakukan tindakan merujuk pasien? Kenapa ditahan di RSUD Sidikalang yang fasilitasnya belum memadai. Dalam siaran pers juga terlihat waktu rapid test sama dengan waktu meninggal pasien,” kata warga.

Ironisnya, Pemkab Dairi menjunjung tinggi layanan informasi satu pintu, namun sangat susah dilakukan konfirmasi. Hingga berita ini dikirim ke redaksi hariansib.com, deretan pertanyaan dari wartawan tidak ada yang terjawab, termasuk tidak adanya tindakan rujukan terhadap pasien.(*)


Editor: Robert Banjarnahor

T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments