Jumat, 22 Nov 2019

Vonis Mati terhadap Morsi Melanggar Islam Menurut Ulama Qatar

Senin, 18 Mei 2015 10:36 WIB
Doha (SIB)- Ulama terkenal yang berbasis di Qatar menyebut vonis mati yang dijatuhkan pengadilan Mesir terhadap dirinya dan presiden terguling Mohamed Morsi telah melanggar Islam. Ada lebih dari 100 terdakwa lain yang juga divonis mati bersama Morsi terkait kasus penyerbuan penjara tahun 2011 lalu.

Ulama kelahiran Mesir, Yusuf al-Qaradawi yang kini tinggal di Qatar, menyebut vonis mati yang dijatuhkan pengadilan Mesir pada Sabtu (16/5) terhadap lebih dari 100 terdakwa, termasuk dirinya dan Morsi serta pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, bertentangan dengan hukum Islam.

"Saya menjauhkan diri saya dari putusan ini," tutur Qaradawi dalam pernyataan yang disampaikan Al-Jazeera dan dilansir AFP, Senin (18/5/2015).

"Itu tidak memiliki nilai dan tidak bisa diterapkan karena bertentangan dengan hukum Tuhan dan hukum dan adat manusia," imbuhnya.

Qaradawi dan terdakwa lainnya dinyatakan bersalah atas dakwaan pidana yang berkaitan dengan penjebolan penjara secara massal pada tahun 2011 lalu, ketika unjuk rasa penggulingan Hosni Mubarak meluas di Mesir.

Secara khusus, Qaradawi dijerat dakwaan penghasutan, kemudian membantu pembunuhan dengan disengaja dan membantu tahanan melarikan diri. Perintah penangkapan terhadapnya telah dikeluarkan Interpol pada Desember 2014 lalu.

Atas dakwaan-dakwaan tersebut, Qaradawi telah membantahnya. Qaradawi saat ini tinggal di Qatar, yang juga menjadi tempat pengasingannya sejak lama.

Pada Sabtu (16/5), Qaradawi dijatuhi vonis secara in absentia, karena dia tidak hadir dalam sidang. Namun Qaradawi masih bisa mengajukan banding atas vonis mati yang dijatuhkan pengadilan Mesir. Meskipun saat ini vonis mati itu masih dipertimbangkan oleh mufti yang merupakan otoritas keagamaan tertinggi di Mesir.

(detik.com/A22)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments