Sabtu, 26 Sep 2020

Tersangka JS "Si Kaki Satu" Otak Pelaku Pembunuhan Rianto Simbolon

*Keempat Pelaku Terancam Hukuman Mati
E.R Eben Ezer Pakpahan Jumat, 14 Agustus 2020 20:13 WIB
SIB/Eben Ezer Pakpahan

Otak Pelaku: Kapolres AKBP Muhammad Saleh menunjukkan keempat tersangka dengan JS (tersangka paling kiri) sebagai otak pelaku pembunuhan Rianto Simbolon saat menggelar konferensi pers di halaman Mako Polres setempat, Jumat, (14/08/2020). 

Samosir (SIB)
Kepolisian Resort (Polres) Samosir menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan Rianto Simbolon (41), warga Dusun I Sosor Simbolon Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta, dengan tersangka BS (27), TS (30), PS (40) dan JS (60), di halaman Mako Polres setempat, Jumat, (14/08/2020).


Dalam keterangannya, Kapolres AKBP Muhammad Saleh didampingi Wakapolres Kompol Rahmat Effendi, Kasatres AKP Suhartono bersama Kanit Pidum Ipda Evan Caesar, menjelaskan sesuai laporan polisi nomor: LP/152/VIII/2020/SMR/SPKT/ pada 9 Agustus 2020, dan surat perintah penyidikan bernomor: Sp.sidik/69/VIII/2020 tertanggal 9 Agustus 2020, pembunuhan Rianto Simbolon terkait persoalan lahan dan kayu, 1 diantara 4 tersangka yang berhasil ditangkap yakni JS yang memiliki kecacatan fisik hanya memiliki satu kaki disebut sebagai otak pelaku yang merencanakan pembunuhan.

Diterangkan, JS bersama 5 rekannya (2 pelaku di antaranya masih DPO) merencanakan pembunuhan korban Rianto Simbolon, di rumah JS di Desa Tanjung Bunga, Pangururan, pada 8 Agustus 2020 sekaligus membagi tugas kepada seluruh pelaku. "JS membagi tugas seluruh tersangka dirumahnya. Dua diantara tersangka yakni TS dan PS (DPO-red) itu adalah anak kandung JS," sebut AKBP Muhammad saleh.

Lebih lanjut, PS (DPO), TS, dan JS yang mendapat tugas melakukan pembunuhan terhadap korban, sedangkan BS bersama ES (DPO) bertugas mengintai pergerakan korban sejak pagi hingga malam harinya.


Saat kejadian, korban yang melintas menggunakan sepeda motor seusai minum tuak dari salah satu warung tidak jauh dari lokasi pembunuhan. BS yang melihat korban langsung menghubungi rekannya TS dan PS agar segera menghampiri korban dengan menabrakkan sepeda motor milik tersangka ke sepeda motor korban hingga terjatuh.

"Setelah korban terjatuh di lokasi kejadian, saat itulah peran kelima tersangka melancarkan aksinya menghabisi nyawa korban dengan 11 tusukan menggunakan pisau di bagian tubuh korban termasuk menghantam kepala korban dengan batu. Dan mereka (tersangka) kemudian kembali menghubungi JS melalui seluler sebelum seluruh pelaku masing-masing berpisah pergi," terang AKBP Muhammad Saleh.



Barang bukti berupa 4 bilah pisau, 4 unit HP, sebongkah batu besar, pakaian korban yang berlumuran darah, batu, beserta 4 unit sepeda motor yang salah satunya adalah sepeda motor korban turut diamankan pihak kepolisian. "Tersangka yang DPO masih tetap kita lakukan pengejaran hingga saat ini, dan memeriksa sejumlah saksi," jelas AKBP Muhammad Saleh

Terkait kasus tersebut, Kapolres mengatakan keempat tersangka pelaku pembunuhan berencana itu dijerat pasal 340 subs pasal 338 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan yang lebih dahulu direncanakan, dengan ancaman hukuman mati. "Ya, mereka terancam hukuman mati atau seumur hidup. Karna perbuatan pembunuhan yang sudah direncanakan," ungkap AKBP Muhammad Saleh. (*)


Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs AKBP Muhammad Salehkapolres samosirpembunuhan rianto simbolon
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments