Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

Terbukti Menipu, Bos LJ Hotel Divonis 2 Tahun Penjara di PN Medan

Rido Adeward Sitompul Rabu, 03 Juni 2020 16:06 WIB
SIB/Rido Adeward Sitompul
DENGAR PUTUSAN : Terdakwa Abdul Latief saat mendengar amar putusan di PN Medan, Rabu (3/6/2020).
Medan (SIB)
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan diketuai Erintuah Damanik menghukum Abdul Latief (54), bos LJ Hotel, dengan pidana 2 tahun penjara. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Sebayang, yakni 3,5 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, bos LJ Hotel tersebut terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHPidana, yakni melakukan penipuan sebesar Rp4,5 miliar.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Latief selama 2 tahun penjara," ucap hakim Erintuah di ruang Cakra 6 PN Medan, Rabu (3/6/2020).

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merugikan korban secara materil. "Sedangkan yang meringankan terdakwa bersikap sopan," katanya.

Atas putusan tersebit, JPU dan penasihat hukum terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir.

Mengutip surat dakwaan, bermula saat saksi korban, Tatarjo Angkasa berniat untuk menjual tanah dan bangunan miliknya di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur. Melalui Siswanto Thio dan Asen, korban akhirnya diperkenalkan dengan terdakwa Abdul Latief yang mengaku profesional dalam mengelola perhotelan.

Terdakwa kemudian mengutarakan niatnya untuk menyewa tanah dan bangunan milik korban. Selanjutnya, terjadi pertemuan dan perbincangan antara korban serta terdakwa membahas tentang sewa tanah di kantor usaha Siswanto Thio pada tahun 2017.

Dalam pertemuan itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa dia memiliki usaha perhotelan, mempunyai jual beli permata dan tabungan di Swiss hingga keuntungan miliaran rupiah. Korban mulai tertarik rayuan terdakwa, hingga menyatakan sistem persewaan tersebut.

Setelah pertemuan tersebut, korban dan terdakwa membuat kesepakatan sewa-menyewa tanah serta bangunan di kantor notaris dalam suatu perjanjian Nomor 2 tanggal 2 Agustus 2017. Mereka sepakat kalau dalam isi perjanjian kontrak selama 8 tahun, terhitung 2017 hingga 2025 yang dilakukan dengan 8 tahap pembayaran.

Terdakwa selanjutnya, melakukan pembayaran sewa pertama pada Juli 2017 sebesar Rp200 juta. Hingga bulan keenam, terdakwa masih lancar membayar sewa dengan jumlah bervariasi.

Setelah itu, terdakwa tidak lagi ada membayar uang sewa kepada korban dengan alasan tagihan konsumen belum banyak ditagih.

Terdakwa tidak pernah lagi membayar uang sewa tanah dan bangunan sejak Januari 2018. Sampai dengan laporan ini dibuat pada Desember 2018, korban mengalami kerugian sebesar Rp4,5 miliar.(*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs Erintuah DamanikMajelis Hakim PN MedanPN Medanmajelis hukum bos LJ Hotel 2 tahun penjara
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments