Jumat, 25 Sep 2020

Siksa Anak Dibawah Umur, 4 Dari 5 Pelaku Diamankan Polres Asahan

Mangihut Simamora Sabtu, 15 Agustus 2020 17:22 WIB
FotoSIB/Mangihut Simamora
PENYIKSAAN : Tampak Nurdin Panjaitan (membelakangi) anak di bawah umur yang mengalami penyiksaan karena dituduh mencuri Hp ketika ditanyai oleh Awaluddin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Asahan, Jumat (14/8/2020).
Kisaran (SIB)
Empat dari 5 pelaku penganiayaan Nurdin Panjaitan, anak di bawah umur di Dusun V Desa Serdang Kecamatan Meranti diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan. Para pelaku kemudian dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Asahan, Jumat (14/8/2020).

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK melalui Kanit PPA Ipda Rospita Nainggolan ketika dikonfirmasi hariansib.com, Sabtu (15/8/2020) membenarkan kondisi tersebut. Dijelaskan, para pelaku berinisial WM (17), CP (45), TS (25), RS (17) dan EN (19) yang merupakan mahasiswa. Kesemuanya merupakan warga Dusun VI Desa Serdang Kecamatan Meranti.

“Empat sudah diamankan, sedangkan 1 lagi pelaku berinisial EN masih dilakukan pencarian,” ujar Rospita.

Sebelumnya diberitakan, penangkapan terhadap para tersangka ini berawal peristiwa yang terjadi pada hari, Selasa (4/8/2020) sekira Pukul 00.00 WIB dimana 5 warga Dusun VI Desa Serdang yakni WM, CP, TS, RS dan EN mendatangi rumah Aron Panjaitan di Dusun V Desa Serdang.

Kelimanya datang untuk menanyakan Hp milik WM yang diduga mereka diambil oleh Nurdin Panjaitan yang tak lain anak Aron Panjaitan.

Tiba di rumah korban, kelima pelaku langsung menggedor dan menyongkel serta merusak pintu dan jendela rumah korban. Setelah berhasil masuk, para pelaku mencari hingga mengobrak abrik isi rumah korban guna mencari Hp dimaksud.

Meski telah mengobrak abrik, namun para pelaku tidak menemukan Hp tersebut.

Situasi ini membuat kelimanya kesal, lalu melakukan penganiayaan kepada bocah piatu itu dengan menempelkan besi panas yang sebelumnya dibakar ke leher korban.

Tidak hanya itu, korban diikat tangannya dan dimasukkan ke dalam goni. Korban kemudian diseret sejauh sekira 150 Meter dari rumah korban. Korban juga mendapat tendangan dan pukulan dari para pelaku. Aksi kejam ini terhenti setelah ada warga sekitar rumah korban mengetahui perbuatan pelaku.

Aron Panjaitan, ketika ditemui hariansib.com , Jumat (14/8/2020) sangat menyayangkan tindakan penyiksaan terhadap anaknya. Menurut Aron, dirinya tidak yakin anak siampudannya (anaj bungsu) melakukan pencurian Hp. Hal itu dibuktikan tidak ditemukannya Hp seperti yang dituduhkan para pelaku pada korban maupun di dalam rumahnya.

Aron Panjaitan di dampingi kepala dusun (Kadus) V Desa Serdang melaporkan peristiwa tersebut. “Kita minta para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan kejam mereka kepada anak saya,” harapnya.(*)

Editor: [email protected]

T#gs Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Asahan Polres Asahanasahan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments