Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

Seorang Polisi Tembak Dagu Hingga Tewas di Seibamban

Bonny Sembiring Rabu, 03 Juni 2020 13:58 WIB
SIB/Bonny Sembiring

EVAKUASI : Jasad Bripka MAP (36) ketika dievakuasi petugas dari kediaman orangtuanya menuju RS Bhayangkara Tebingtinggi, Rabu (3/6/2020). 

Sergai (SIB)
Diduga bunuh diri, seorang anggota Polri, Bripka MAP (36) yang bertugas di Polsek Rambutan, Polres Tebingtinggi, Polda Sumut, ditemukan tewas di kediaman orangtuanya di Dusun V Desa Gempolan, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (3/6/2020) pagi.

Informasi diperoleh hariansib.com di lapangan menyebutkan, peristiwa yang sempat menghebohkan warga sekitar itu bermula saat Ronal Nikson Pasaribu (adik kandung Bripka MAP) ditelepon Ngolu Aruan (ibu kandung), karena MAP dicurigai hendak meminum racun di kamar.

Setibanya di rumah, Ronal langsung menuju kamar yang ditempati MAP, namun pintunya terkunci.

MAP yang mendengar suara Ronal membukakan pintu kamar. Saat itu MAP berada di sudut ruang kamar sembari mempersiapkan peluru serta senjata api yang siap diletupkan ke arah dagu.

Melihat itu, Ronal terus berusaha membujuk MAP supaya tidak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, MAP malah menyuruh adiknya untuk pergi menjauh dari kamar.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba suara letusan senjata api terdengar dan Ronal melihat cairan darah sudah ke luar dari arah dagu korban. Ronal dan ibunya pun berteriak minta tolong serta menghubungi pihak kepolisian.

Tidak lama berselang, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang bersama para Kasat dan sejumlah personel lainnya turun ke lokasi kejadian untuk olah TKP, meminta keterangan para saksi serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata membenarkan peristiwa tersebut.

"Bripka MAP tewas akibat bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api miliknya ke arah dagu dan tembus ke bagian kepala," ujarnya.

Perwira berpangkat melati dua emas itu pun menyebut, berdasarkan keterangan yang diterima, MAP disebut-sebut nekat mengakhiri hidupnya karena sudah bertahun-tahun menderita sakit pinggang, namun tak kunjung sembuh.

"Kemungkinan, MAP merasa putus asa karena menderita sakit pinggang yang menahun. Tanpa pikir panjang, dia pun nekat menghabisi nyawanya sendiri," ucap AKBP Robin Simatupanh sembari menambahkan jasad korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi untuk kepentingan otopsi. (*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs Polsek RambutanRS Bhayangkara tebingtinggianggota Polri bunuh diri
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments