Senin, 10 Agu 2020

Sekda Nisut Mengaku Pasrah Dilaporkan ke Mabes Polri

Fabooni Zaita Kamis, 09 Juli 2020 12:20 WIB
Foto: Dok/Yafeti Nazara

Yafeti Nazara

Nias Utara (SIB)
Terkait tudingan Pungli yang diduga dilakukan Ketua Korpri Nias Utara (Nisut) Yafeti Nazara terhadap ASN dengan alasan untuk belanja masker yang dilaporkan ke Mabes Polri, Yafeti Nazara mengaku pasrah.

"Kalau salah ya... salah. Kalau sudah dilaporkan, kita tidak mungkin berkelit, kita tunggu saja proses selanjutnya, "jawab Yafeti menanggapi adanya informasi yang melaporkan dirinya saat ditemui hariansib.com Rabu (8/7/2020) di ruang kerjanya.

Dikatakan, terkait pungutan dana dari ASN, sebenarnya sudah melalui kesepakatan, bagi yang tidak menyumbang juga tidak dipaksakan. Dana tersebut bukan dirinya yang menggunakan, tapi pengurus. "Kenapa justeru saya yang dilaporkan?" ujarnya.

Ia juga menyebutkan, soal pungutan yang dilakukannya, dirinya belum bisa menyimpulkan salah atau tidak, biar saja pihak lain yang menilai, hanya saja kalau ada yang keberatan, baiknya ASN yang bersangkutan. "Bukan justeru orang lain yang tidak punya sangkut paut," ujarnya.

Sementara ditanya terkait jumlah dana yang dipungut, Yafeti Nazara yang juga menjabat sebagai Sekda Nisut itu, enggan merinci.
"Kalau jumlah dana itu sudah dicatat dan bendaharalah yang tahu , " jawab Yafeti.

Sebelumnya, Soziduhu Gulo dalam laporannya ke Mabes Polri tanggal 4 Juli lalu, selain meragukan sasaran dana, imbauan penyisihan penghasilan kepada OPD/Camat/ Lurah dan Ka.Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) untuk belanja masker dikatakan,
memenuhi unsur Pungli.

"Sebab selain nominal dana yang diminta kepada ASN sudah ditentukan berdasarkan spesifikasi jabatan, surat edaran Ketua Korpri Nisut tanggal 17 April 2020 yang beredar, tidak memiliki dasar hukum. " kata Gulo seraya meminta pengusutan kasus tersebut menjadi atensi Mabes Polri. (*)

Editor: [email protected]

T#gs ASN Pungli Yafeti NazaraNias Utara
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments