Minggu, 20 Sep 2020

Pilkada Serentak Diusulkan Diundur

DPRDSU: Segera Tunjuk Plt Kepala Daerah Bagi Daerah yang Melaksanakan Pilkada
Firdaus Peranginangin Kamis, 17 September 2020 14:45 WIB
Foto Dok Firdaus Peranginangin
Dhody Taher
H Ajie Karim
Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut mengusulkan ke Mendagri dan DPR RI agar Pilkada serentak yang rencananya digelar pada 9 Desember 2020 ditunda, guna menghindari penyebaran virus Covid-19 yang semakin meluas di sejumlah daerah di Sumut.

"Mengingat pandemi Covid-19 yang semakin tidak terkendali, alangkah baiknya Mendagri dan DPR RI segera memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pilkada, guna menghindari banyaknya jatuh korban terserang virus Corona," ujar anggota FP Golkar DPRD Sumut Dhody Taher dan Ketua Komisi C Ajie Karim kepada wartawan, Kamis (17/9/2020) melalui telepon saat menggelar Raker DPRD Sumut di Balige.

Untuk menindaklanjuti usulan tersebut, ujar Dhody, pihaknya secepatnya menemui Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Mendagri Tito Carnavian, agar segera membahas usulan menunda Pilkada serentak, guna meredam perkembangan covid -19 yang makin mengganas.

"Kita sangat berharap DPR RI bersama Mendagri sepakat untuk menunda pelaksanaan Pilkada serentak, karena kita tidak ingin tahapan-tahapan Pilkada jadi kluster baru penyebaran virus corona," tegas anggota Komisi E ini.

Ditambahkan politisi Partai Golkar ini, siapa yang bisa menjamin 125 juta rakyat pemilih di tanah air selamat dari virus Covid-19, jika Pilkada tetap dilaksanakan sesuai jadwal. "Kita semua harus sepakat, agar Pilkada ditunda. Untuk menghindari kevakuman pemerintahan daerah yang melaksanakan Pilkada, segera tunjuk Plt (pelaksana tugas) kepala daerah," katanya.

Sementara itu, H Ajie Karim yang juga politisi Partai Gerindera ini juga mengusulkan kepada Gubernur Sumut, agar Pilkada di Kota Binjai sebaiknya ditunda, karena situasi belum aman dari pandemi Covid-19, bahkan cenderung semakin 'mengganas'.

"Situasi Covid-19 ini tidak bisadipastikan kapan akan berakhir. Karena itu, sebaiknya Pilkada Kota Binjai 2020 ditunda saja sampai situasi benar-benar aman, agar masyarakat tidak tertular saat mengikuti proses Pilkada di daerahnya masing-masing," ujar Ajie.

Seperti diketahui, ujar Ajie Karim, Pemprov Sumut akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada Desember 2020 di 23 kabupaten/kota di Sumut, sehingga perlu dilakukan pengawasan secara ketat terkait protokol kesehatan. Jangan sampai Pilkada ini menjadi jalur penyebaran virus Covid-19 kepada masyarakat peserta pemilih.

"Semua mengetahui, dari beberapa kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada 2020, masih banyak masuk kategori zona merah, termasuk Medan, Deliserdang, Binjai. Bahkan salah satu Bacalon disebut-sebut, terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini membuktikan, Kota Binjai belum bisa menjamin tidak akan terjadi penyebaran virus Corona semakin meluas," tegas Ajie Karim. (*).

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs COVID-19covid 19DPR RIDPRD SumutPilkada serentak
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments