Minggu, 20 Sep 2020

Petani Bawang Merah di Payalahlah Gunakan Teknologi Pompanisasi

Theopilus Sinulaki Selasa, 14 Juli 2020 19:28 WIB
Foto hariansib.com/Theopilus Sinulaki
TANAMAN BAWANG: Areal pertanaman bawang merah yang telah dikembangkan petani Payalahlah Kecamatan Mardingding dengan sistem pompanisasi kincir air mencapai 85 hektar.
Tanah Karo (SIB)
Areal pertanian Payalahlah Kecamatan Lau Baleng dan Mardingding Kabupaten Karo mulai merotasi tanaman padi dan jagung ke tanaman bawang merah dengan teknologi pompanisasi untuk kincir air.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Lau Mulgab Bujurmin Gurukinayan kepada hariansib.com, Selasa (14/7/2020) di areal pertanian Payalahlah Kecamatan Mardingding. Menurutnya, areal yang biasanya bukan daerah genangan air, sudah mengembangkan tanaman bawang merah.

"Para petani menggunakan pompa kincir air dengan memanfaatkan air sungai dan sumur bor," ungkapnya.

Sementara kendala yang dihadapi petani, menurut Bujurmin Gurukinayan pengadaan bibit. Bayangkan, harga bibit bawang merah mencapai Rp 65 ribu per kilogram. Temasuk harga bawang di pasaran tidak menentu.

"Bayangkan, harga bawang saat ini hanya Rp 17 ribu/ Kg, pada hal panen di bulan Juni 2020 kemaren harga bawang mencapai Rp 40 ribu per kilogram," kata Bujurmin.

Secara terpisah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) Kecamatan Mardingding, Marbin Saragih yang dikonfirmasi hariansib.com terkait luas pertanaman bawang, dikatakan bahwa sampai saat telah mencapai 85 hektar. (*)
Editor: [email protected]

T#gs Areal pertanian PayalahlahBujurmin GurukinayanTanah KaroTanaman Bawang Merah
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments