Kamis, 06 Agu 2020

Pemekaran Kecamatan Percut Seituan Belum Masuk Prompemperda

Jekson Turnip Jumat, 03 Juli 2020 15:50 WIB
Foto SIB/Jekson Turnip
TINGGALKAN RUANG SIDANG : Wabup Deliserdang HMA Yusuf Siregar meninggalkan ruang sidang paripurna DPRD Deliserdang sembari memberi salam kepada para anggota dewan di Lubukpakam, Jumat (3/7/2020).
Lubukpakam (SIB)
Pemekaran Kecamatan Percut Seituan dengan jumlah penduduk 470.000 jiwa tidak dimasukkan dalam program pembentukan peraturan daerah (Prompemperda) tahun 2020. Usulan tidak dimasukkan karena naskah akademik tidak ada diajukan Pemkab Deliserdang kepada Bapemperda DPRD Deliserdang.

"Naskah akademiknya tidak ada diajukan Pemkab. Pemekaran kecamatan itu sebenarnya tahun 2017 sudah ada panitia khususnya. Namun pihak Pemkab belum mau menindaklanjuti naskah akademiknya," kata Ketua Bapemperda DPRD Deliserdang, Zul Amri saat diwawancara usai paripurna pengesahan Prompemperda, di gedung dewan di Lubukpakam, Jumat (3/7/2020).

Sebelumnya Zul Amri saat membacakan laporan prompemperda mengatakan, ada 19 usulan ranperda dari Pemkab Deliserdang. Sementara usulan inisiatif dewan ada 9 ranperda sehingga totalnya 28 ranperda yang akan dibahas.

"Jumlah prompemperda ini sudah memenuhi. Semoga prompemperda ini dapat diselesaikan dengan baik tahun ini dalam waktu yang sudah sempit. Semoga harapan besar ini dapat mencapai perda," kata Zul Amri.

Usai pembacaan laporan itu, Zul Amri menyerahkan dokumen prompemperda kepada pimpinan rapat, Amit Damanik, didampingi T Akhmad Talaa dan Nusantara Tarigan.

Tidak lama, anggota DPRD Deliserdang Rakhmadsyah dari Partai PKB melakukan interupsi. Menurutnya, yang disampaikan Ketua Prompemperda itu sangat melukai hati warga Percut Seituan sebab tidak ada dibacakan soal pemekaran kecamatan.

Periode lalu, kata Rakhmadsyah, sudah dibahas dan sudah ada pansus. Namun karena judul yang tidak relevan sehingga membuat tidak jadi ditetapkan. Akhirnya tambah dia, direkomendasi kepada Pemkab Deliserdang namun karena berkaitan Pemilu batal pembentukan Perda pemekaran kecamatan.

"Sebanyak 470.000 warga Percut Seituan saat ini kecewa, karena pemerintah tidak memasukkan usulan ini. Dari 33 kabupaten kota, 24 kabupaten di Sumut jumlah penduduknya di bawah Percut Seituan. Saat kunjungan ke Pakpak Barat jumlah penduduk hanya 57.000, jadi dengan jumlah itu hanya sama jumlah dengan penduduk satu desa di Percut," terang Rakhmadsyah.

Kalau tidak dimekarkan, menurut Rakhmadsyah, bagaimana pelayanan prima kepada 470.000 jiwa tersebut karena tidak akan mampu dikelola seorang camat. Pihak kepolisian juga kewalahan karena seorang polisi mengkordinir 5.000 orang, padahal idealnya 1 polisi untuk 600 orang.

Dalam rapat paripurna itu disimpulkan Ketua Prompemperda, jika semua sepakat ranperda pemekaran kecamatan akan dibuat jadi agenda utama tahun 2021 dalam pembentukan Perda.

Sebelum rapat ditutup, pimpinan sidang mempersilahkan Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar membacakan pidatonya.(*)

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs Prompemperda pemekaran kecamatan Percut Seituandeliserdang
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments