Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

PNS dan Suami Istri Hingga Orang Meninggal di Nias Utara Terima BST

Fabooni Zaita Jumat, 29 Mei 2020 20:51 WIB
Foto Dok/Sokhiziduhu Hulu

Sokhiziduhu Hulu

Nias Utara (SIB)
Meskipun pemerintah pusat telah menginstruksikan daerah agar memverifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga penyaluran Bansos tepat sasaran, ternyata Pemkab Nias Utara (Nisut) belum merespon. Akibatnya, PNS dan suami istri sampai nama orang meninggal menerima BST Rp 600 ribu dari Kemensos RI, Jumat (29/5/2020).

Sesuai informasi yang dihimpun, pasca penyaluran BST di Kecamatan Tuhemberua beberapa hari lalu, sejumlah ASN aktif ikut menerima BST, dalam daftar penerima juga terdapat nama orang yang sudah meninggal dunia. Bahkan untuk mengelabui petugas, oknum ASN tersebut mewakilkan kepada keluarganya untuk menerima BST di Kantor Pos Cabang Gunungsitoli.

Bukan itu saja, penyaluran Bansos di Kecamatan Lotu kemarin, juga sempat diwarnai protes. Sebab selain suami istri menerima, istri PNS juga ikut menerima.

Kadis Sosial Nisut, Sokhiziduhu Hulu yang dikonfirmasi terkait terjadinya permasalahan pada penyaluran Bansos karena sebelumnya Dinsos Nisut disebut belum melakukan ferivikasi DTKS, Sokhiziduhu justeru mengarahkan agar ditanya kepada bawahannya. "Kalau soal itu jangan ditanya ke saya, langsung saja ke sekretaris," jawabnya pergi.

Sementara Sekretaris Dinsos Nisut, Kristian Harefa yang dikonfirmaai, selain membenarkan ada sejumlah ASN menerima BST, Kristian juga mengakui bahwa DTKS belum diferivikasi dinas.

"Kita sudah berulang kali meminta data dari kepala desa namun tidak direspon, penyerahan data juga didesak kementerian. Sehingga data yang dipakai adalah data tahun 2015," katanya. (*)


Editor: Robert / Eva R Pelawi

T#gs DTKSNias UtaraSokhiziduhu Huludiferivikasi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments