Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Masyarakat Humbahas Diminta Laporkan Jika Temukan Manipulasi Bantuan Covid-19

Masyarakat Humbahas Diminta Laporkan Jika Temukan Manipulasi Bantuan Covid-19

Frans Simanjuntak Rabu, 03 Juni 2020 20:41 WIB
Foto Dok/Ajudan Sekdakab
SERAHKAN : Mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan didampingi Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan sejumlah anggota DPRD Sumut menyerahkan bantuan paket sembako kepada para Camat se-Humbahas, di Kantor Satpol PP Jalan Sisingamangaraja Doloksanggul, Rabu (3/6/2020). 
Humbahas (SIB)
Sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) meminta masyarakat penerima paket sembako bantuan Pemprov Sumut untuk melaporkan ke lembaganya, jika menemukan dugaan manipulasi berat bantuan Covid-19 tersebut.

Permintaan itu disampaikan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Perindo, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat. Dia menegaskan, pihaknya siap menindaklanjuti apabila ada laporan dari masyarakat penerima bantuan paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, dan mi instan tersebut.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan usai mendampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menyerahkan bantuan paket sembako dari Pemprov Sumut kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Humbahas, Rabu (3/6/2020), di Kantor Sat Pol PP Jalan Sisingamangaraja Doloksanggul.

Mantan Kapolres Tapanuli Utara itu menegaskan, wakil rakyat secara undang-undang memiliki tugas pokok pengawasan yang melekat. Selain itu mereka juga bagian dari Pansus Covid-19 Sumut. Atas dasar itulah pihaknya turut menyaksikan penyerahan bantuan paket sembako tersebut.

"Yang kami lakukan adalah sebelum serah terima barang. Tadi saya berusaha untuk meminta paket itu dibuka dulu dan dilakukan penimbangan ulang. Tadi saya minta penyedianya hadir. Tapi ternyata tidak hadir. Artinya jangan sampai ini dibuatkan permainan baru jadi ajang korupsi. Ini uang rakyat. Dan sangat dibutuhkan," kata pria yang akrab disapa JTP itu.

Ditambahkannya, dalam hal penyaluran bantuan sembako itu, KPK juga sudah memberikan peringatan kepada seluruh pihak agar tidak melakukan korupsi dana bantuan Covid-19.

"KPK saja sudah menyatakan, ketika siapa yang korupsi uang Covid-19 ini akan diancam hukuman mati. Nah, agar itu tidak terjadi, kita hadir dari pengawasan sebagai tugas kami," ucapnya.

Menurut dia, saat dilakukan penimbangan ulang beberapa paket, timbangannya pas. Namun untuk kualitas beras dia masih meragukan, karena beras yang diberikan bukan beras premium tapi medium.

"Kami juga menyampaikan kepada masyarakat, apabila ada yang merasa ditipu atau menerima bantuan tapi dengan kondisi tidak pas. Baik dari timbangan, kualitas berasnya dan kemasannya, silahkan mengadu dan melapor ke DPRD Sumut. Kita siap menampung itu," pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Hanura, Irwan Simamora. Dia mengharapkan agar bantuan paket sembako ke Humbahas sebanyak 21.185 dapat tepat sasaran dan segera didistribusikan.

"Tadi kita tanya, yang baru sampai sebanyak 10 ribu paket. Kita harapkan sisanya segera menyusul dan disalurkan. Kedua kita harapkan item bantuan sesuai dengan volume yang diatur dalam spesifikasinya. Kalau ada yang ditemukan ada kekurangan volume, itu bisa segera melaporkan ke kita," kata Irwan.

Sementara itu, mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Kaban Kesbangpol Sumut, Anthony Siahaan kepada wartawan menjelaskan, pihaknya menyerahkan bantuan sembako itu kepada Pemkab Humbahas untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sebanyak 21.185 paket.

Bantuan terdiri dari beras 10 Kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 Kg dan mi instan 10 bungkus. "Timbangannya semua pas," kata Siahaan. (*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs Anthony Siahaan Humbahas Kepala Badan Kesbangpol Sumut masyarakat diminta laporkan dugaan manipulasi bantuan Covid-19Doloksanggul
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments