Kamis, 06 Agu 2020

Massa Kelompok Tani Bersatu Duduki Lahan PT TTS

Rudi Afandi Simbolon Selasa, 14 Juli 2020 19:50 WIB
Foto Dok/SIB: Rudi Afandi Simbolon

Petani yang terdiri dari pria dan ibu-ibu melakukan aksi dengan mendirikan tenda dan menginap di areal tanaman kelapa sawit milik perusahaan grup Sipef itu.

Kampungrakyat (SIB)
Ratusan warga dari Kelompok Tani Bersatu (KTB) Dusun Menanti, Desa Meranti, Kecamatan Bilahhulu, Kabupaten Labuhanbatu, menduduki lahan yang diklaim milik mereka berada di areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tolan Tiga Selatan (Sipef) di Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labusel.

Pengamatan wartawan, Selasa (14/7/2020), petani yang terdiri dari pria dan ibu-ibu melakukan aksi dengan mendirikan tenda dan menginap di areal tanaman kelapa sawit milik perusahaan grup Sipef itu. Mereka kemudian bercocok tanam dengan menanam pisang, ubi serta kelapa diantara tanaman kelapa sawit tersebut.

Pengurus KTB, Tajuid (68) mengatakan, sudah dua hari mereka menduduki lahan yang terletak di areal B18-19 Divisi III PT TTS itu. Menurutnya, pada hari pertama, pihak perusahaan telah merusak tanaman milik petani yang ditanam di lokasi tersebut.

"Kemarin tanaman kami dirusak. Kami akan melakukan aksi ini seterusnya, karena ini merupakan lahan kami," katanya.

Dijelaskan, lahan yang mereka klaim tersebut telah diusahai oleh PT TTS di Desa Perkebunan Perlabian yang sebelum pemekaran masuk ke wilayah Desa Pekan Tolan. Menurutnya, sengketa lahan antara masyarakat desa dengan PT TTS telah terjadi sejak tahun 1970 dan belum terselesaikan.

Hingga kini kata dia, dari 1.236 Ha lahan masyarakat yang dikuasai PT TTS sejak tahun 1970, belum dilakukan ganti rugi. Menurutnya, mereka sudah berjuang sejak tahun 1998 untuk mendapatkan kembali hak atas lahan tersebut.

Dia mengatakan, petani meminta agar segera dilakukan pengukuran ulang kembali luas areal milik perusahaan. Menurutnya, KTB menganggap HGU perusahaan seluas lebih kurang 2.552 Ha kini menjadi 3.672 Ha, sesuai peta realisasi kerja, sehingga di klaim ada kelebihan 1.236 Ha dan itu milik masyarakat.

Sementara itu, akibat pendudukan lahan oleh warga, pihak perusahaan memperketat penjagaan di pintu masuk perkebunan yang berbatasan dengan perkampungan masyarakat. Sepasukan security perusahaan berjaga di pintu masuk perbatasan lahan masyarakat dan kebun PT TTS. Akibatnya, puluhan warga yang ingin bergabung dengan kelompok yang telah menduduki lahan tersebut tertahan.

Pihak manajemen perusahaan tidak berada di lokasi dan tidak dapat dikonfirmasi terkait permasalahan itu. Hingga berita ini dibuat, manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi. (*)

Editor: [email protected]

T#gs PT Tolan Tiga Selatan (Sipef) penjagaan peta realisasi kerjaKelompok Tani Bersatu (KTB) Dusun Menanti
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments