Senin, 21 Sep 2020

Manajer Positif Covid-19, KRPPT dan Distrik Terkesan Tertutup

* GTPP Labuhanbatu Kecewa 
Efran Simanjuntak  Jumat, 07 Agustus 2020 22:02 WIB
SIB/Efran Simanjuntak

TUTUP AKSES: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu memalangkan truknya di gerbang masuk kantor, pabrik dan kebun Rantauprapat (KRPPT), menutup akses keluar masuk warga kebun tersebut, Jumat (7/8/2020) sore. 

Rantauprapat (SIB)
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu kecewa terhadap pihak Distrik Labuhanbatu 3 dan Kebun Rantauprapat (KRPPT) yang terkesan tertutup terhadap informasi orang-orang yang kontak erat dengan Manajer EZN selama 14 hari terakhir hingga Senin 3 Agustus 2020. GTPP menilai manajeman distrik dan kebun tidak transparan.

"Ada yang ditutup-tutupi orang itu. Siapa-siapa saja yang kontak erat dengan manajer, juga tidak transparan. Ini yang bahaya itu," kata Sekretaris GTPP Labuhanbatu, Attiya Muchtar Hasibuan, saat dikonfirmasi hariansib.com, Jumat (7/8/2020) malam.

Sesuai pendataan GTPP, Kamis (6/8/2020) malam, sebutnya, ada 75 orang karyawan, Satpam, pekerja rumah tangga, asisten, supir dan lain-lain yang harus mengikuti traching (penyuluhan) tentang bahaya dan penyebaran Covid-19 yang harus dihindari, namun hanya 52 orang yang hadir. Selebihnya entah ke mana.

"Pembantu rumah tangga manajer, tukang urut dan lain-lain yang kontak erat dengan manajer tidak dihadirkan. Kan, kecewa kita. Kalau mereka terpapar, padahal sudah kontak dengan anak-anaknya, keluarga dan teman-temannya dan sudah ke mana-mana, kan bahaya. Inilah yang harus kita hindari dengan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Tahap awal, GTPP telah mengimbau karyawan dan orang-orang yang kontak erat dengan manajer supaya diisolasi di tempat tertentu. Tetapi kebanyakan isolasi mandiri di rumah.

"Dalam hal ini pihak perusahaan tidak mau mengeluarkan dana. Padahal kita gugus tugas kan ada dan siap memasilitasi. Tapi kita sudah minta supaya isolasi mandiri benar-benar dilakukan dan betul-betul diawasi. Kita juga akan mengawasi terus," ungkap Attiya.

Kemudian, pihaknya mendapat informasi, pada rapat di kantor Distrik Labuhanbatu 3 Aekknabara, rapat bersama 2 orang anggota Satuan Pengawas Internal (SPI) dari kantor direksi, Medan, Senin (3/8/2020). Terkait itu juga manajer distrik terkesan tidak transfaran.

Selain itu, pihak perusahaan ngotot melakukan test swab secara internal oleh dokter dan para medis dari perusahaan, Sabtu (8/8/2020). Maksudnya apa?

"Kita sudah bilang, gugus tugas yang melakukan swab, tetapi mereka tidak mau dan bertahan agar dokter dan para medis mereka yang melakukan swabnya. Yang kita takutkan hasilnya juga tidak transfaran," sebutnya berharap hasil yang transfaran.

Pihaknya mengimbau semua yang kontak supaya benar-benar melakukan isolasi. Selain itu, kita telah melakukan penyemprotan disinfektar di kantor kebun itu, rumah dinas manajer, rumah dinas Askep, rumah dinas asisten, rumah karyawan yang kontak berat, Pos Satpam, ruang ATM BNI dan fasilitas lainnya," ujarnya.

Untuk menghindari penyebaran virus corona yang meluas di Kebun Rantauprapat, GTPP menyarankan kantor KRPPT dan kantor distrik ditutup.

Pantauan SIB, kantor KRPPT telah ditutup. Pintu pagar digembok rapat. Pada pintu pagar ditempel selembar kertas, bertuliskan: Maaf, untuk sementara kantor kebun ditutup dari tanggal 6 s/d 21 Agustus 2020. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memalangkan truknya di gerbang masuk kantor kebun, pabrik dan kebun itu, untuk menuntup akses keluar masuk warga kebun dan warga lainnya dalam upaya menghindari penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Manajer Distrik Labuhanbatu 3, Osutri Anwar tidak dapat dikonfirmasi. Dikonfirmasi melalui WhatsApp juga tidak ada tanggapan. (*)
Editor: [email protected]

T#gs Attiya Muchtar HasibuanDistrik Labuhanbatu 3 dan Kebun RantauprapatGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 LabuhanbatuKRPPTmanajer positif Covid-19
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments