Sabtu, 08 Agu 2020

Kejaksaan Lakukan Pulbaket Terkait Dugaan Korupsi FORMI Asahan

Mangihut Simamora Selasa, 02 Juni 2020 20:49 WIB
taslabNews.com

Ilustrasi Logo FORMI

Kisaran (SIB)
Para aktivis akan mengawal proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi Federasi Olaharaga Rekreasi Masyarakat (FORMI) Kabupaten Asahan yang telah dilaporkan ke kejaksaan dan telah dikoordinasikan ke Inspektorat Asahan selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).


Ketua DPP Indenpenden Hukum Indonesia (IHI) Bahrum dan Ketua NGO Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) Kabupaten Asahan Bormen Panjaitan kepada hariansib.com, Selasa, (2/6/2020) meminta kasus ini diusut tuntas.

Karenanya, lanjut mereka, APIP harus segera memanggil dan memeriksa para pengurus FORMI Asahan. Sebab, disinyalir kuat telah terjadi korupsi dilakukan secara bersama-sama, pada federasi yang menerima dana hibah di tahun 2019 sebesar Rp 1,5 miliar. Mereka bertekad mengkawal kasus ini hingga selesai tuntas di tangan hukum.

Terkait ini, Sekretaris Inspektorat Asahan Ruslan, ketika dikonfirmasi hariansib.com di ruang kerjanya mengatakan APIP telah menindaklanjuti koordinasi laporan dari Kejari Asahan tersebut. “Kita telah membentuk tim pemeriksaan menyangkut kasus dugaan korupsi FORMI Asahan,” ujarnya.

Ditanya, siapa-siapa saja yang sudah diperiksa, dikarenakan informasi berkembang aliran dana juga diduga mengalir ke oknum anggota dewan. Ruslan menjawab tidak tahu apakah telah dilakukan pemeriksaan oleh tim. “Kalau mengenai informasi tersebut kita belum tahu, yang pasti Tim Pemeriksaan untuk kasus FORMI Asahan telah dibentuk,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Inspektorat Asahan selaku APIP telah menerima laporan kasus dugaan korupsi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang disinyalir melibatkan ketua dan pengurus lainnya dari Kejari Asahan.

Pengurus FORMI Kabupaten Asahan dilaporkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan. Pelaporan disinyalir telah terjadi tindak pidana korupsi terhadap anggaran dana hibah untuk olahraga seperti patok lele, engrang, tempoyak dan lainnya yang dikelola mereka. Dana hibah diterima, namun diduga tidak pernah ada kegiatan olahraga dimaksud dilakukan.

Kajari Asahan Rahmad Purwanto SH melalui Kasi Intel Zulham Dams SH ketika dikonfirmasi hariansib.com, Selasa (5/5/2020) di ruang kerjanya terkait hal ini membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menjelaskan, bahwa pihaknya masih melakukan pulbaket dan telah berkoordinasi dengan APIP Asahan.(*)


Editor: Robert Banjarnahor

T#gs APIP FORMI Asahan KejaksaanDugaan Korupsi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments