Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Berita Terkini
  • Keberatan Kades Dilaporkan, Ratusan Warga Sugau Unjuk Rasa dan Bakar Ban di Dusun II Durin Pitu

Keberatan Kades Dilaporkan, Ratusan Warga Sugau Unjuk Rasa dan Bakar Ban di Dusun II Durin Pitu

Leo Bukit Rabu, 03 Juni 2020 16:17 WIB
SIB/Leo Bukit

BAKAR BAN: Ratusan warga bakar ban bekas di Dusun II Durin Pitu, Desa Sugau, Pancurbatu saat berunjuk rasa di depan portal lokasi penambangan milik AEG, Rabu (3/6/2020).

Pancurbatu (SIB)
Keberatan Kepala Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, dilaporkan ke Poldasu, ratusan warga Desa Sugau, berunjukrasa ke lokasi lahan milik oknum berinisial AEG, di Dusun II Durin Pitu, Desa Sugau, Rabu (3/6/2020).

Selain itu, warga juga keberatan karena dinas terkait telah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP). Sementara, dalam permohonan izin galian C atas inisial AEG, masyarakat Dusun III tidak pernah diajak koordinasi, termasuk dengan kepala desa setempat.

"Apabila izin tetap dikeluarkan dinas terkait, maka dampaknya ke wilayah masyarakat Dusun III Durin Pitu. Kan aneh, permohonan izin dari seseorang terkait usaha galian C bisa dikeluarkan tanpa ada musyawarah dengan warga dan kepala desa sekitar. Bisa-bisanya orang pendatang buka usaha di desa kami, sudah tak ada koordinasi malah melaporkan kepala desa kami," kesal seorang warga bermarga Tarigan.

Untuk itu, ia meminta dinas terkait bersikap arif dan bijaksana dalam menangani permasalahan tersebut.

"Kami minta agar dinas terkait mengkaji ulang izin galian C atas inisial AEG. Selaku pejabat berkompeten yang mengeluarkan izin usaha galian C seharusnya benar-benar bekerja secara profesional dan proporsional, melakukan cek and ricek ke lapangan, termasuk mempelajari apakah permohonan izin yang dimohonkan AEG itu sudah sesuai prosedur atau belum," timpal warga lainnya.

Pantauan wartawan di lapangan, ratusan massa pendemo mendatangi posko yang didirikan di lokasi penambangan milik AEG. Saat melihat seorang operator beko (alat berat) sedang bekerja, sejumlah warga langsung menyuruh untuk menghentikan kegiatannya. Pada kesempatan itu, massa berteriak memanggil AEG.

Pasalnya, warga ingin meminta penjelasan dari AEG dan K terkait laporan yang dialamatkan kepada Kades Sugau Dahlan Purba.

"Kami mau ketemu minta penjelasan dari mereka, kenapa kepala desa kami dilaporkan ke polisi. Setahu kami, Kades Sugau tidak ada melakukan tindakan melawan hukum terkait usaha milik AEG. Yang kami tahu, Kades Sugau hanya merasa keberatan karena dalam pengurusan izin usaha galian C yang dimohonkan AEG tidak ada kordinasi dengan dirinya (Kades Sugau)," teriak warga.

Namun, di lokasi milik AEG ini ratusan warga tidak berhasil bertemu pihak yang berkompeten. Kepada warga, perwakilan dari AEG berjanji memfasilitasi pertemuan antara warga dengan AEG di Jambur (balai desa) Sugau siang harinya. Menunggu pertemuan tersebut, warga membakar ban bekas di depan portal lokasi penambangan milik AEG.

Namun, setelah ditunggu hingga waktu yang dijanjikan, AEG dan K tidak juga hadir di jambur desa. Warga Desa Sugau pun kembali kecewa. Saking kecewanya dengan AEG dan K yang telah ingkar janji itu, warga akhirnya menutup akses jalan keluar masuk menuju penambangan milik AEG dengan menggunakan tanah timbun sekaligus warga meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kades Sugau Dahlan Purba kepada wartawan mengaku sama sekali tidak mengetahui apa alasan dari pihak AEG melaporkannya ke Poldasu.

"Saya sama sekali tidak mengetahui apa alasan dari pihak AEG melaporkan saya ke polisi. Saya tidak terlalu ambil pusing dengan laporannya, karena saya menganggap tidak melakukan tindakan melawan hukum, hanya saja masyarakat saya merasa keberatan hingga mereka melakukan aksi unjuk rasa, minta penjelasan kepada pihak yang melapor," tegas Dahlan Purba. (*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs Dahlan PurbaDesa SugauDusun II Durin PituKades SugauPancurbatuGalian cwarga unjuk rasa bakar ban
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments