Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

Kebanyakan Wanita Alami Keluhan Nyeri Kepala Dibandingkan Pria

Leo Bukit Senin, 01 Juni 2020 22:02 WIB
Foto: Dok/dr Eny Muhartiyanti Manurung

TERAPI EFT: dr Eny Muhartiyanti Manurung memberikan contoh praktek terapi EFT di Puskesmas Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Senin (1/6/2020). 

Medan (SIB)
Sakit kepala merupakan yang paling sering dialami banyak orang. Dalam pengalaman sehari-hari sebagai dokter bertugas di Puskesmas Aek Ledong, Kabupaten Asahan, dr Eny Muhartiyanti Manurung, selalu menemukan 7 dari 10 orang merasakan nyeri kepala.

Dari hasil penelitian internasional, prevalensi nyeri kepala pada anak-anak dan remaja sejalan dengan waktu, semakin meningkat. Hal ini dukung oleh penelitian Lewis tahun 2002 yang mengemukakan dari 9.000 remaja yang menderita sakit kepala terdapat 2,5% pada usia diatas 7 tahun dan 15 % terjadi diatas usia 15 Tahun.

"Secara umum persentasi nyeri kepala pada populasi orang dewasa adalah 47%, 10% migrain, 38% Tension Type Headache (TTH), 3% Choric Headache. (Jensen & Stovner, 2008)," kata dr Eny Muhartiyanti Manurung kepada wartawan via whatsapp di Medan, Senin (1/6/2020).

Sementara, dari penelitian yang dilaporkan Diamond tahun 2007 di Amerika, prevalensi migrain pada laki-laki didapatkan 6%, wanita 15-18 %. Sedangkan untuk jenis TTH 59% dari populasi pernah mengalami TTH perbulannya, dimana perempuan lebih banyak dari pada laki-laki.
Sakit kepala secara umum katanya adalah rasa nyeri pada daerah kepala dan leher yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Sakit kepala merupakan akibat dari gangguan pada struktur-struktur yang sensitif terhadap nyeri di daerah kepala dan leher, yaitu kulit kepala, jaringan bawah lemak kepala, otot-otot kepala dan leher, pembuluh darah, mata, telinga, gigi, sinus, tenggorok bagian atas, serta saraf-saraf di kepala.

Sebagian besar, sakit kepala yang terjadi tidak serius dan bisa diatasi dengan mudah, seperti dengan meminum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup, dan lebih banyak istirahat. Namun, ada beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan lebih karena berkelanjutan.

Menurutnya, Emotional Freedom Techniques (EFT) adalah serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh, untuk melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik. Yang bisa digunakan untuk mengatasi kasus nyeri kepala sederhana, terutama akibat peningkatan emosional atau stres.

EFT terbukti telah membantu melalui Mind/Body Healing tech yang sangat berguna untuk penyakit fisik, mental (trauma, fobia- penyakit psikologi), masalah masalah kehidupan seperti kegagalan, keluh kesah dan banyak testimoni yang dibuktikan oleh banyak orang yang sudah menggunakan EFT di seluruh dunia.

"Anda mulai melakukan ketukan pada titik-titik tertentu sembari memberi sugesti pada diri sendiri dengan Urutan ketukan terapi EFT adalah sebagai berikut, atas kepala bagian tengah, ujung alis yang berada di atas pangkal hidung, sudut luar mata, tulang di bawah mata, titik di antara hidung bagian bawah dan bibir bagian atas, titik di antara dagu dan bibir bagian bawah, titik di dada atas (di pertemuan antara tulang dada, tulang selangka, dan tulang rusuk pertama) dan titik di sisi tubuh, kira-kira 10 cm di bawah ketiak," sebutnya.

Eny Muhartiyanti Manurung mengaku sering menerapkan pada dirinya dan pasien-pasien, serta meyakini bahwa EFT juga baik untuk masalah-masalah fisik, seperti sakit punggung, sakit kepala dan migrain, leher kaku, insomnia (susah tidur) tanpa harus langsung ditangani dengan obat-obatan.

Ada juga beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan lebih karena berkelanjutan atau bahkan ada yang serius untuk perlu penanganan dokter. "Ada berbagai cara untuk mencegah sakit kepala, seperti mengurangi kafein, menghindari pemicu sakit kepala, istirahat yang cukup, makan dengan teratur, kurangi stres dan mengurangi konsumsi obat," sebutnya lagi. (*)


Editor: Eva Rina P

T#gs Eny Muhartiyanti ManurungSakit kepala
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments