Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Berita Terkini
  • Kalangan Pengusaha Alat Pesta di Tebingtinggi Mengeluh Akibat Covid-19

Kalangan Pengusaha Alat Pesta di Tebingtinggi Mengeluh Akibat Covid-19

Bonny Sembiring Kamis, 26 Maret 2020 13:39 WIB

Fredi Ricardo Sembiring & H Anwar Sazali

Tebingtinggi (SIB)
Sejumlah pengusaha alat dan perlengkapan pesta di Tebingtinggi mengeluh akibat dampak negatif yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona (Covid-19). Pasalnya, banyak calon penyewa terpaksa membatalkan kesepakatan untuk memakai peralatan mereka.

"Sejak dikeluarkannya Maklumat Kapolri No : Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19), banyak pengguna peralatan dan perlengkapan pesta yang batal memakai alat/jasa kami," ujar pemilik Wedding Organizer (WO) "Rusty Group", Fredi Ricardo Sembiring (38) kepada SIB, Kamis (26/3/2020), di Kecamatan Padang Hilir, Tebingtinggi.

Lebih lanjut Sembiring menyatakan, pada periode Maret hingga April 2020 ini, sebanyak 25 "job" dibatalkan kepada pihaknya oleh para pemesan yang akan mengadakan berbagai hajatan, baik dari dalam maupun luar Kota Tebingtinggi.

"Hal ini tentunya sangat berdampak terhadap penghasilan, dibandingkan sebelum masuknya Covid-19 ke Indonesia. Yang paling menyedihkan adalah soal kehidupan ekonomi para pekerja harian saya yang berjumlah 25 orang. Kalau tidak ada "job", mereka tidak dapat upah untuk dibawa pulang ke rumah," ucapnya.

Dari kondisi yang ada, Sembiring berharap kepada Pemko Tebingtinggi melalui dinas terkait supaya memerhatikan nasib seluruh warganya, terutama yang hanya bekerja mengandalkan upah harian, sehingga kehidupan perekonomian mereka lebih terjamin, selama virus tersebut menghantui dunia.

Secara terpisah, hal senada juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Insan Musik (Forkim) Tebingtinggi, H Anwar Sazali (46). Dia pun menyebutkan, selain kalangan pengusaha WO, para penyanyi atau seniman di Kota Lemang sekitarnya juga mengaku banyak kehilangan jadwal bernyanyi di berbagai hajatan.

"Kami selaku insan seni turut mendukung anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah sebagai bentuk pencegahan penularan virus corona. Tapi, kami juga perlu diperhatikan, karena kami mendapatkan penghasilan hanya dari bernyanyi dan bermain musik dikala ada hajatan (pesta) di tengah masyarakat," katanya. (*)
Editor: Robert Banjarnahor

T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments