Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Kalangan Kades di Nisut Sebut Permintaan Data Hanya Formalitas, Dinsos Gunakan Data Tahun 2015

Kalangan Kades di Nisut Sebut Permintaan Data Hanya Formalitas, Dinsos Gunakan Data Tahun 2015

Fabooni Zaita Minggu, 31 Mei 2020 18:38 WIB
Foto: Dok/Sokhiziduhu Hulu

Sokhiziduhu Hulu

Nias Utara (SIB)
Terkait pernyataan Dinas Sosial Nias Utara (Nisut) melalui sekretarisnya, Kristian Harefa yang mengatakan sudah meminta data kepada Kepala Desa namun tidak direspon sehingga PNS dan yang bersuami istri hingga orang meninggal menerima BST Kemensos RI, dibantah sejumlah kepala desa, Minggu (31/5/2020).

"Memang kami sudah disurati, validasi data juga sudah dilaksanakan demikian hasilnya sudah diserahkan ke Dinsos Nisut. Tapi entah kenapa daftar penerima BST yang kemudian dikeluarkan Dinsos, justeru berbeda dengan data yang diserahkan desa sebelumnya. "Jadi koq kepala desa yang dikambinghitamkan," kata Kepala Desa Lawira Satua, Murni Nazara seraya menyebutkan bisa saja data yang sudah diserahkan desa belum di input.

Ia juga menyebutkan, akibat kejadian tersebut, penyaluran bantuan Kemensos RI, bukan hanya amburadul tetapi banyak yang tidak tepat sasaran. Sebab selain BLT DD diterima warga karena sudah dicairkan duluan, yang bersangkutan juga menerima BST sehingga tidak ada pemerataan padahal banyak warga yang lebih layak menerima jika data desa digunakan dinas.

Senada, Kepala Desa Hiligeoafia Toloni Nazara, juga mengkritik pernyataan dinas sosial Nisut yang dinilai asal umbar pernyataan. "Itu tidak benar, data itu tidak pernah diminta, bahkan daftar penerima BST tanpa koordinasi langsung dikeluarkan oleh Dinsos sehingga banyak yang salah sasaran.

Katanya diiakan sejumlah kepala desa lainnya.
Atas persoalan itu, para Kades kerap menjadi sasaran warga yang memang layak menerima manfaat. Mereka berharap Dinsos segera mengevaluasi dan memperbaharui data yang disampaikan ke pusat, agar pada tahap berikutnya warga yang layak dapat menerima BST sesuai data yang sudah diserahkan dari desa

Sementara Sekretaris Dinsos Nisut, Kristian Harefa sebagaimana diberitakan SIB sebelumnya mengatakan, PNS dan yang suami istri hingga orang meninggal terima BST, karena kepala desa tidak menyerahkan data meski sudah diminta. Ia juga mengakui data yang dikirim ke Kemensos RI adalah data tahun 2015.


Editor: Robert Banjarnahor/Eva Rina

T#gs BST Kades validasi dataNias Utara
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments