Minggu, 09 Agu 2020

Jalur Air dari Perbukitan Ancam Pemukiman Warga di Lau Baleng

Theopilus Sinulaki Selasa, 19 Mei 2020 19:28 WIB
Foto hariansib.com/Theopilus Sinulaki
TERTIMBUN: Salah satu jalur air dari arah perbukitan "Siabu-abu" Desa Perbulan,  Kecamatan Lau Baleng, akibat tanah gundul, sehingga mengancam merusak areal pertanian. Foto diambil, Senin (18/5/2020), di perladangan Lau Rambong Perbulan. 
Tanah Karo (SIB)
Struktur tanah gundul mengakibatkan adanya jalur aliran air hujan dari pegunungan yang mengancam pemukiman warga, termasuk areal pertanian di lereng sekitarnya. Penyebab kejadian itu diduga karena adanya rotasi tanaman dari perkebunan kemiri menjadi lahan pertanaman jagung.

Dari pantauan hariansib.com, Minggu (17/5/2020), dari kawasan perladangan "baluren mbagas" Desa Mbal-mbal Petarum Kecamatan Lau Baleng, Karo, air mengalir deras seperti aliran sungai ke pemukiman warga.

Menurut warga setempat, setiap hujan turun deras beberapa jam saja, air besar datang dari arah perbukitan membawa tanah dan bebatuan. Bahkan akibat kejadian itu, ruas jalan banyak yang tertimbun tanah.

Kepala Desa Mbal-mbal Petarum Sukat Milala yang dikonfirmasi hariansib.com, Selasa (19/5/2020), melalui telepon selulernya membenarkan, adanya jalur air saat hujan turun dari arah perbukitan Baluren Mbagas, persis seperti anak sungai.

Menurutnya, kejadian ini seperti banjir kiriman yang sering terjadi. Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat waspada.

"Kondisi ini harus segera ditanggulangi, karena dapat mengancam keselamatan jiwa warga," kata Milala.

Milala mengatakan, terkait rencana reboisasi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2021, pemerintah akan megadakan persemaian bibit pohon kemiri untuk ditanam kembali di areal perbukitan secara massal.

Kejadian yang sama disampaikan Kepala Desa Buluh Pancur, Terima Sembiring, beberapa jalur air juga terjadi dari perbukitan, tepatnya di kawasan Kampung Baru Desa Buluh Pancur.

"Apabila curan hujan tinggi, maka arus air mengalir dengan deras ke badan jalan raya. Sehinga arus lalulintas jurusan Medan-Kuta Cane sering terganggu," katanya. (*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs Karo Kepala Desa Mbal-mbal Petarum Sukat Milala tanah gundul sebabkan jalur airLau Baleng
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments