Sabtu, 19 Sep 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Investigasi Dugaan Pungli Bansos di Janji, Plt Kadis PMD Labuhanbatu Perintahkan Kembalikan Uang

Investigasi Dugaan Pungli Bansos di Janji, Plt Kadis PMD Labuhanbatu Perintahkan Kembalikan Uang

Efran Simanjuntak Sabtu, 30 Mei 2020 17:01 WIB
Dok/Dinas PMD Labuhanbatu

PERINTAHKAN KEMBALIKAN UANG: Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan bersama tim turun melakukan investigasi ke kantor Kepala Desa Janji Kecamatan Bilah Barat, terkait pungutan uang dari penerima bantuan sosial, Jumat (29/5/2020).  

Labuhanbatu (SIB)
Sebelum polisi turun menelusuri dugaan pungutan liar dari penerima bantuan sosial tunai (BST) pemerintah pusat serta dari penerima bantuan sosial provinsi di Dusun Janji dan Dusun Bangunsari Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Abdi Jaya Pohan bergerak cepat. Ia bersama tim turun melakukan investigasi dan memerintahkan kutipan tersebut dikembalikan.

Dalam investigasi, Jumat (29/5/2020), Abdi Pohan mendatangi kantor Kepala Desa Janji dan menggelar pertemuan mendadak dengan Kades Janji, kepala dusun Bangunsari dan Hanum yang disebut anggota BPD dan dituding melukan pengutipan uang dari penerima bansos.

Kadus Bangunsari, menyebut tidak ada pengutipan uang Rp20.000 dari penerima bansos sembako. Katanya, yang ada hanya pemberian iklas dari penerima kepada kepala dusun.

"Begitu juga bagi warga yang menerima BST dari Kementerian Sosial, tidak ada pemotongan. Yang ada hanya pemberian secara iklas dari penerima BST sebesar seratus ribu diberikan kepada Hanum," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Abdi Pohan langsung memerintahkan Kadus Bangunsari dan Hanum agar segera mengembalikan uang yang telah diterima. Menurut Kadus, uang tersebut telah dikembalikan kepada Hanum.

"Sudah dikembalikan. Bahkan saya bersama camat dan kepala desa ikut menemani Hanum mengembalikan uang sebesar setatus ribu kepada warga Dusun Janji," sebut Abdi Pohan menjawab konfirmasi wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Abdi menyebut, dari awal telah menegaskan ke seluruh elemen yang terlibat dalam pememberian bantuan, tidak boleh ada pemungutan ataupun pemotongan bantuan, apapun motifnya.

“Sama juga dengan kasus sekarang ini, walaupun penerima bansos mengatakan iklas memberi, kita harus tetap tolak! Karena bantuan itu sangat mereka butuhkan dan kita juga tidak mau mencoreng nama baik pemerintah Kabupaten Labuhanbatu,” ujarnya.

Abdi mengungkapkan, sesuai perintah bupati juga tidak boleh melakukan pemotongan bantuan yang diterima masyarakat. Justru harus memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Masyarakat sedang mengalami kesusahan. Jika tidak bisa membantu, setidaknya jangan menambah beban mereka. Begitu pesan bupati kepada kita semua," ujarnya. (*)





Editor: Donna Hutagalung

T#gs Abdi Jaya PohanLabuhanbatuPlt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat DesaRantauprapatpungli bansos di Desa Janji
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments