Senin, 10 Agu 2020

Hotnida Panjaitan Gugat Bos Nitari Travel Rantauprapat

Tuntut Uang Tiket 1.000 Calon Penumpang Dikembalikan
Efran Simanjuntak Rabu, 08 Juli 2020 14:07 WIB
Foto: Dok/Samuel
GUGAT BOS NITARI TRAVEL: Pengacara Hotnida Sugiarta Panjaitan, Palti Siringoringo SH saat di Pengadilan Negeri Rantauprapat untuk mengikuti sidang gugatan perdata yang diajukan terhadap bos Nitari Travel&Tour Rantauprapat, Borkat Pane, Selasa (7/7/2020). 
Rantauprapat (SIB)
Agen perjalanan, Hotnida Sugiarta Panjaitan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Rantauprapat, menuntut pemilik Nitari Travel&Tour Rantauprapat, Borkat Pane, untuk mengembalikan kerugian 1.000 calon penumpang yang gagal terbang, hampir Rp 2 miliar

Meski telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan, bos Nitari Trevel&Tour itu tidak serta merta mengembalikan kerugian para calon penumpang, yaitu uang pembelian tiket yang disetorkan agen Hotnida Sugiarta Panjaitan ke kasir dan rekening bank Borkat Pane.

"Sekarang bos Nitari Travel&Tour itu kami gugat secara perdata di Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH)," kata Hotnida Panjaitan melalui pengacaranya, Palti Siringoringo SH & Rekan kepada hariansib.com melalui WhatsApp, Rabu (8/7/2020), seusai sidang dari PN Ratauprapat.

Borkat Pane dan kasirnya, Maya, dilaporkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, menjual tiket bodong (tidak terdaftar). Jaksa menuntut agar kedua terdakwa dipidana penjara masing-masing selama 2,5 tahun. Namun hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menjatuhkan hukuman masing-masing 2 tahun penjara.

"Klien kami menjadi korban penipuan dan penggelapan, karena tiket yang dijual Nitari Travel & Tour ternyata banyak yang bodong. Klien kami dimaki, dihujat dan diancam bunuh oleh banyak calon penumpang yang kecewa setelah gagal terbang karena tiketnya ternyata bodong. Para calon penumpang menuntut uangnya dikembalikan," ungkapnya.

Palti Siringoringo menyebut, dalam permohonan gugatan yang diajukan ke PN Rantauprapat, memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara perdata ini, mengabulkan permohonan supaya kerugian 1.000 calon penumpang dikembalikan pemohon.

"Alasan saya mengatakan demikian, karena uang dari pemesanan tiket melalui Nitari Trevel itu disetorkan ke rekening bank Nitari Yravel&Tour dan sebagian ke kasir. Bukti-bukti setorannya ada. Nanti kita perlihatkan dalam sidang pembuktian di pengadilan," ujarnya.

"Kemudian Borkat Pane selaku pemilik Nitari Trevel memiliki aset yang banyak. Masalah uang itu untuk apa dan dikemanakan, saya kan tidak tahu. Tapi menurut Maya, karyawan Nitari Trevel, saat saya jumpai ke Lapas Rantauprapat, menyebut uang itu dipakai Borkat Pane untuk kampanye Pemilu tahun 2019, karena Borkat ikut nyaleg. Sementara Borkat Pane saya tanyain, mengatakan uang itu ada pada Maya," sebut Palti.

"Saya mengartikan dari penjelasan mereka berdua, uang itu nyata ada pada mereka. Semestinya uang Rp1.928.184.000 yang disetorkan klien saya dikembalikan kepada klien saya, karena tiketnya bodong, untuk kemudian dikembalikan kepada 1.000 calon penumpang yang gagal terbang," jelas Palti.

Dalam gugatannya, Hotnida memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara perdata ini, mengabulkan permohonan sita jaminan.

"Agar gugatan kami ini tidak sia-sia dan tidak ada lagi yang dirugikan Nitari Travel, mudah mudahan majelis hakim dengan penuh pertimbangan hukum demi keadilan, mengabulkan gugatan kami," harapnya, menyebut agenda sidang saat ini jawaban dari tergugat dan sidang dilanjutkan 2 minggu kemudian. (*)

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs pn rantauprapatTiket bodong
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments