Minggu, 27 Sep 2020

HIPNI Minta Dana Covid-19 Nisbar Rp 6 Miliar Dirinci

Riswan H Gultom Jumat, 24 Juli 2020 21:43 WIB
Foto Dok/epala BPBD Nias Barat, Filipo Daeli.

Kepala BPBD Nias Barat, Filipo Daeli

Nias Barat (SIB)
Pemkab Nias Barat (Nisbar) telah menggunakan anggaran dana Covid-19 senilai Rp 6 miliar, namun dinilai belum terfokus kepada warga terdampak. Karenanya, Himpunan Pemuda Nias Indonesia (HIPNI) meminta Pemkab merinci penggunaan dana itu.

Ketua DPP HIPNI, Petrus Gulo SE, Jumat (24/7/2020) menduga, dana Covid-19 Nisbar lebih banyak digunakan biaya operasional daripada kegiatan yang bermanfaat langsung kepada warga.

Dikatakan, banyak warga mengaku tidak mendapatkan bansos, atau uang tunai, sebagaimana masyarakat lainnya. Sementara dikatakan, pejabat banyak melakukan kunjungan ke luar daerah. "Masyarakat butuh penjelasan rincian penggunaan dana Rp 6 miliar yang telah direalisasikan sesuai keterangan bupati baru baru ini," jelas Gulo.

Permintaan rincian dikatakan menyangkut pengadaan masker, sembako, alat pelindung diri (APD), biaya penyemprotan hingga biaya perjalanan pejabat dengan dalih penanganan Covid-19.

Kepala BPBD Nisbar, Drs Filipo Daeli yang dihubungi menjelaskan, peruntukan dana Covid-19 yang dipergunakan semua jelas penggunaannya, dan ada dokumen pertanggungjawaban.

Namun saat ini sebutnya, dokumen penggunaan anggaran sedang direviu oleh inspektorat. "Sedang direviu, kami akan jelaskan nanti, itu kan terbuka. Kami selaku kuasa pengguna anggaran tidak berani macam-macam sebab hukuman mati bisa diterima jika menyalahgunakan dana corona," jelasnya.

Sementara soal tudingan pejabat lebih banyak perjalanan dinas daripada aksi sosial corona, Filipo membantah. Ia mengatakan hal itu hanya komentar sepihak. "Aparatur kami melakukan pekerjaan lapangan tentu memiliki alasan," tutupnya. (*)

Editor: [email protected]

T#gs BPBDHIPNINias Barat
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments