Jumat, 02 Okt 2020

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km

Sonry Purba Jumat, 14 Agustus 2020 21:09 WIB
Dok/Pelin

ERUPSI : Gunung Sinabung  mengalami erupsi sekian kalinya dan disertai luncuran awan panas sejauh 1,5 Km, Jumat (14/8/2020). 

Tanah Karo (SIB)
Gunung Sinabung mengalami erupsi sekian kalinya dan disertai luncuran awan panas sejauh 1,5 Km

Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, Armen Putra, Jumat (14/8/2020) mengatakan Gunung Sinabung erupsi pukul 16:56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 4.200 m di atas puncak (± 6.660 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 9 menit 40 detik.

"Awan panas letusan ke arah tenggara sekitar 1500 meter (1,5 Km) dan ke arah selatan sekitar 500 meter,"ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Dan Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Sementara itu material abu vulkanik Sinabung juga mengguyur Kota Berastagi dan Kabanjahe serta Kecamatan lainnya.
Salah satu petani, Justianus P mengatakan, abu vulkanik dikhawatirkan merusak tanaman warga."Kalau kena abu gini terus, bisa-bisa matilah tanaman seperti cabai, terong, dan wortel ini," ujarnya, Jumat (14/8/2020) malam.

Ia mengatakan untuk bisa menghilangkan debu dari tanaman secara maksimal harus dilakukan penyiraman. Untuk itu, dirinya berharap hujan segera turun untuk menghilangkan abu vulkanik dari tanamannya. "Kalau enggak hujan juga paling digoyang-goyang aja pohonnya supaya jatuh abunya," ujarnya. (*)


Editor: [email protected]

T#gs awan panasGunung sinabung erupsikolom abu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments