Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Forkopimda Taput Tetapkan Protokol Acara Adat/Pesta di Era New Normal

Forkopimda Taput Tetapkan Protokol Acara Adat/Pesta di Era New Normal

Posma Simorangkir Jumat, 03 Juli 2020 16:46 WIB
kompas.com

Ilustrasi

Tarutung (SIB)
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapanuli Utara menetapkan protokol pelaksanaan acara adat istiadat/pesta memasuki tatanan normal baru (new normal) dan disosialisasikan secara virtual dengan aplikasi zoom meeting room kepada seluruh camat, kepala desa dan lurah se-Tapanuli Utara, Kamis (2/7/2020), di Balai Data Kantor Bupati Tapanuli Utara, di Tarutung.

Dinas Kominfo Taput dalam pres rilisnya, Jumat (3/7/2020), menjelaskan, sosialisasi dilaksanakan Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat bersama Kajari Taput Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe dihadiri pengurus LADN, MUI dan BKAG.

"Kita telah memasuki tatanan baru. Untuk itu kita tidak boleh berhenti dan hanya cemas, namun harus terus berjuang untuk mengatasi Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan. Kita juga hasil diskusi bersama stakeholder terutama tokoh adat dan tokoh masyarakat,” ucap Wakil Bupati.

Dijelaskan, sejak ditetapkan maka pelaksanaan pesta adat sudah diperbolehkan, namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan.

Beberapa ketentuan yakni acara pesta pranikah dan pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada Gugus Tugas Kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pesta dengan melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Kabupaten Tapanuli Utara yang akan menghadiri pesta.

Pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer. Jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi serta mengatur jarak minimal 1 meter dan semua wajib pakai masker. Tamu yang datang dari luar Tapanuli Utara wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku.

Apabila tidak ada maka aparat/petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya.

"Harapan kita, mematuhi aturan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah. Tapi untuk kepentingan semua karena persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita. Acara pranikah dan pemberkatan pernikahan di gereja harus selesai sebelum pukul 10.30 WIB dan tidak diperkenankan bersalaman. Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut," ujarnya.

Sarlandy juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 dibagi 2 yaitu sarimatua dan saurmatua’.

Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya.

"Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin. Saya harapkan para camat tetap melakukan sosialisasi kesepakatan bersama ini hingga ke desa. Lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik. Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap agar kita bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian ijin pelaksanaan pesta,” tegasnya. (*)

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs acara adat istiadat New normal protokol acaraForkopimda Taput
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments