Kamis, 13 Agu 2020

Edy Rahmayadi Sebut Mendagri Tak Pernah Datang ke Sumut Bila Diundang

Rido Adeward Sitompul Jumat, 03 Juli 2020 15:39 WIB
Foto SIB/Rido Adeward Sitompul

DAMPINGI MENDAGRI : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (baju putih) mendampingi Mendagri Tito Karnavian memberikan keterangan pers, di Hotel Grand Aston Medan terkait kesiapan Pilkada 2020, Jumat (3/7/2020).

Medan (SIB)
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan keterkejutannya saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menelponnya tengah malam. Melalui sambungan telepon, mantan Kapolri tersebut menyatakan keinginannya datang ke Sumut.

“Malam-malam saya ditelpon beliau (Mendagri), kemudian saya telpon beliau. Beliau bilang “Pak gubernur, bang saya akan datang ke Medan. Kaget juga saya, ada apa ini pak menteri?,” kata Edy dalam acara Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di Sumut, Jumat (3/7/2020).

Edy mengaku keterkejutannya lantaran selama ini Tito Karnavian sejak menjabat Mendagri tak pernah mau datang jika diundang ke Sumut.

“Karena selama ini pak Menteri diundang ke mari (Sumut) tak pernah datang, kok sekarang mau datang? Kaget juga saya, karena beliau sudah tak Kapolri lagi. Wah, kalau tiba-tiba datang, ada apa ini?,” ungkap Edy disambut gelak tawa undangan.

Dalam pembicaraan itu, Edy memaparkan jika Tito sempat menyebutkan jika Sumut mendapat rapor merah. Lalu Tito buru-buru menambahkan jika ia ingin melihat Edy.

"Itu daerah merah semua rapornya bang, karena abang sama dengan Papua, kata beliau. Wah, gak boleh saya sama dengan Papua,” tambah Edy bercanda.

Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian menanggapi candaan Edy Rahmayadi. Tito mengatakan selama ini lebih banyak kegiatan di pusat. Tito mengaku tak datang ke Sumut saat diundang Edy karena Sumut aman terkendali di bawah kepemimpinan Edy.

“Di Sumut saya telpon Pak Gubsu kenapa diundang tak datang di sini? Karena saya tahu Sumut di bawah pak Edy aman terkendali. Kita biasanya datang ke tempat bermasalah. Kalau datang ke tempat tidak bermasalah, itu cenderung tidak prioritas,” pungkas Tito.

Kali ini Tito datang ke Sumut karena ada masalah. Sebab, dalam catatan Kemendagri anggaran di Sumut merah semua. Padahal, Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

“Kali ini datang ada masalah, saya lapor beliau, Bang ini Pilkada 9 Desember salah satu daerah yang kita catat dalam data di Kemendagri, problemnya anggaran banyak yang merah. Banyak yang NPHD di bawah 10 persen kepada KPUD dan Bawaslu. kasihan mereka nanti gak bisa kerja,” ungkap Tito.

“Kasihan kawan-kawan KPU daerah tidak bisa kerja padahal kami sudah laksanakan rapat, panjang proses kita,” bebernya. (*)

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs Edy Rahmayadi Mendagri Tito karnavianGubsu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments