Minggu, 20 Sep 2020

Dua Kali Dipanggil Bupati Labuhanbatu Tak Hadir, Jaksa Kecewa

Sidang Kasus Suap OTT Polda Sumut di PN Medan
Efran Simanjuntak Kamis, 13 Agustus 2020 21:40 WIB
Foto: Dok/Robert
TIDAK HADIRI SIDANG KORUPSI: Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe menyampaikan kata sambutan pada acara Hari Anak di Gedung Nasional Rantauprapat, Kamis (13/8/2020). Andi Suhaimi tidak menghadiri panggilan kedua untuk diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan korupsi terdakwa Paisal Purba, Plt Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Labuhanbatu, Kamis (13/8/2020), di PN Medan. 
Rantauprapat (SIB)
Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte sudah 2 kali dipanggil jaksa namun tidak menghadiri sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Medan, terkait perkara korupsi pemberian suap Rp1,5 miliar atas pengerjaan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat.

Ketidakhadiran bupati yang dipanggil untuk hadir pada sidang tanggal 30 Juli dan 13 Agustus 2020 di PN Medan, membuat jaksa kecewa. Jaksa menilai bupati tidak patuh pada hukum dan memperlambat proses persidangan terhadap terdakwa Paisal Purba, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Labuhanbatu.

Menurut jaksa Hasan Afif dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu yang menyidangkan perkara tindak pidana korupsi itu pada Kamis (13/8/2020), di PN Medan, tidak dihadiri Bupati Andi Suhaimi. Padahal, katanya, bupati sudah dipanggil 2 kali untuk hadir sebagai saksi dalam perkara ini.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Labuhanbatu, M Husairi saat dihubungi hariansib.com, Kamis (13/8/2020) sore, menyebut telah menerima laporan dari anggotanya, Andi Suhaimi tidak hadir dalam persidangan. Ia juga menerima laporan bahwa bupati berada di Rantauprapat menghadiri acara Hari Anak.

Katanya, dari 6 saksi yang dipanggil pada panggilan kedua ini, hanya dihadiri 5 saksi, yaitu saksi pelapor Ilham Nasution, saksi Aidil Dalimunthe adik bupati, dr HM Syafril RM Harahap SpB selaku Direktur RSUD Rantauprapat, Abner Sitanggang selaku Ketua Panitia Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan gedung D RSUD Rantauprapat dan Irwansyah.

Menurutnya, keterangan bupati sangat penting didengar di persidangan, karena dalam surat dakwaan, terdakwa Paisal Purba mengaku disuruh Bupati Andi Suhaimi meminta uang Rp2 M dari Ilham Nasution, selaku pekerja dari PT Telaga Pasir Kuta yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019 berdasarkan Kontrak Nomor: 602/001SP/PPK-F/APBD & DAK/RSUD-RAP/2019 tanggal 3 Juli 2019 yang ditandatangani Kuasa Pengguna Anggaran yang berlaku sebagai Direktur RSUD Rantauprapat, Syafril Rahmadi Harahap dan Direktur PT Telaga Pasir Kuta atas nama Kalmon Leonardo Sitinjak dengan nilai kontrak sebesar Rp28 miliar lebih.

"Kabarnya bupati ada kegiatan di Gedung Nasional. Semua kegiatan memang penting, tetapi ini kan harus dipentingkan juga karena menyangkut nasib orang," sebut Kasi Pidsus. (*)

Editor: [email protected]

T#gs Andi Suhaimi Dalimunthe jaksa kecewa tidak hadiri sidangbupati Labuhanbatu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments