Kamis, 06 Agu 2020

Dipenuhi Gedung Sarang Burung Walet, Lubukpakam Bagai Kota Hantu

Jekson Turnip Jumat, 03 Juli 2020 16:19 WIB
Foto Dok/Bayu Sumantri Agung
Bayu Sumantri Agung
Lubukpakam (SIB)
Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang, Bayu Sumantri Agung menyebutkan ibu kota Kabupaten Deliserdang yaitu Lubukpakam merupakan kota "hantu". Kota hantu disebutnya karena dipenuhi gedung sarang walet.

"Bisanya hingga tengah malam suara speaker menyerupai suara burung berbunyi terus. Ini kan sangat menggangu kita istirahat. Sarang walet itu juga sumber penyakit sama masyarakat," kata Bayu saat rapat paripurna pembentukan Prompemperda di Gedung Dewan, Lubukpakam, Jumat (3/7/2020), yang dihadiri Wabup Deliserdang HMA Yusuf Siregar dan pimpinan dewan Amit Damanik, T Akhmad Talaa dan Nusantara Tarigan.

Menurutnya, sarang walet sebagai sumber wabah penyakit karena dalam gedung walet ada disediakan kolam pemandian. Kolam ini disebut sebagai sumber penyakit karena DBD dapat berkembang.

"Pak Wabup mohon perintahkan kepada Satpol PP Deliserdang dan Trantib Kecamatan Lubukpakam supaya menertibkan ini. Karena setahu saya mereka tidak pernah menerbitkan," pinta Bayu.

Dia juga sangat kecewa retribusi dari walet hanya Rp 20.000.000. Padahal gedung sarang walet sangat banyak di Lubukpakam dan kecamatan lainnya, yang dianggap bisa seperti kota hantu. Karena gedung tersebut tidak ada dihuni manusia hanya untuk penampungan burung walet. (*)

Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs bagaikan kota Hantu Deliserdang sarang burung waletLubukpakam
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments