Kamis, 13 Agu 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • DPRD Asahan Gelar RDP dengan UPT Provinsi Dan Orangtua Siswa Tidak Lulus

DPRD Asahan Gelar RDP dengan UPT Provinsi Dan Orangtua Siswa Tidak Lulus

Januar Simanjuntak Kamis, 02 Juli 2020 16:10 WIB
Dok/Januar

RDP: Komisi A DPRD Asahan saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan orang tua siswa yang tidak lulus dengan Ka UPT Provinsi Dinas Pendidikan Sumut. 

Kisaran (SIB)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan kepala unit pelaksana teknis (Ka UPT) Provinsi Dinas Pendidikan dengan orang tua siswa yang tidak lulus di SMAN 1 Kisaran, Kamis (2/7/2020). RDP dihadiri enam orang perwakilan dari puluhan orang tua siswa yang tidak lulus.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi A DPRD mengatakan, bahwa permasalahan dialami para siswa merupakan salah satu tanggung jawab DPRD Kabupaten Asahan untuk memediasi. Sebab, lembaga DPRD sifatnya sebagai koordinasi untuk bisa terkoordinir. Untuk itu, lanjutnya, dilakukan dialog antara kedua pihak guna mencari mufakat.

"Disini kami hadir untuk memediasi permasalahan para orang tua siswa yang anaknya tidak lulus di SMA N 1 Kisaran. Karena kami sifatnya kan koordinasi. Maka dari itu, kita buat dialog ini untuk bisa terkoordinir hasilnya nanti," katanya.

Mimin Rahmawati salah satu orang tua siswa berharap aspirasinya dapat ditampung oleh pihak provinsi. Sebab, katanya lagi, dari segi zonasi hanya SMAN 1 Kisaran yang paling dekat dengan koordinatnya untuk sekolah negeri. Sementara, sebutnya lagi, untuk sekolah swasta mereka tidak mampu membayar.

"Besar harapan kami kepada bapak ibu dewan dan Ka UPT untuk permasalahan ini. Sepenuhnya kami serahkan kepada bapak ibu. Tolong dengarkan jeritan kami. Masa depan anak-anak kami. Mau jadi apa nantinya anak kami kalau mereka tidak bersekolah. Kami hanya bisa menyekolahkan mereka di sekolah negeri saja. Mana ada uang kami kalau sekolah di swasta," bebernya dengan isak tangis.

Sementara itu, Ka UPT Provinsi Dinas Pendidikan Sumut Jumadi mengatakan, seluruh aspirasi akan diperjuangkan di provinsi. Sebab, hal tersebut sudah pernah disampaikan ke provinsi, tetapi tidak diizinkan untuk penambahan dua ruangan di SMAN 1 Kisaran. Oleh karenanya, seluruh orang tua siswa yang anaknya tidak lulus supaya membuat surat pernyataan tertulis memohon kepada provinsi untuk penambahan ruangan kelas.

"Mudah-mudahan gerakan bapak ibu ini berhasil. Akan tetapi, jika memang tidak terpenuhi kita tidak bisa apa-apa lagi selain menerima kenyataan. Sebab hal itu sudah saya lakukan untuk adanya penambahan kelas, tetapi ditolak. Semoga dengan adanya surat penyataan penambahan kelas bisa tercapai. Akan kita perjuangkan," katanya. (*)

Editor: [email protected]

T#gs DPRDKepala unit pelaksana teknis (Ka UPT) Provinsi Dinas PendidikanSMA N 1 KisaranRapat Dengar Pendapat (RDP)
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments