Selasa, 11 Agu 2020

Bupati Taput Nilai Sistem Zonasi Buka Peluang Anak Putus Sekolah

Posma Simorangkir Jumat, 03 Juli 2020 21:29 WIB
Foto Dok/Bupati Taput Nikson Nababan

Bupati Taput Nikson Nababan

Tarutung (SIB)
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan berpendapat sistem zonasi sebagai proses penerimaan siswa baru bertentangan dengan iUndang-undang Nomor 23 Tahun 2014.

Undang-undang tersebut menyatakan pendidikan merupakan urusan pemerintahan konkuren sebagai pelayanan dasar yang wajib diselenggarakan, di mana kewenangannya bisa diberikan pemerintah pusat, propinsi maupun pemerintah daerah.

Pasalnya, dengan penerapan sistem zonasi ini memberikan peluang yang sangat besar untuk si anak putus sekolah, secara khusus di Kabupaten Tapanuli Utara.
Nikson menjelaskan kepada hariansib.com, Jumat (3/7/2020), kondisi Tapanuli Utara saat ini memiliki desa-desa yang masih terpencil dan jauh dari lokasi sekolah. Bahkan untuk satu wilayah kecamatan dengan jumlah penduduk yang banyak masih memiliki satu sekolah.

Salahsatu contoh yakni Kecamatan Pangaribuan yang hanya memiliki satu SMA yakni SMA Negeri Pangaribuan. Padahal, desa- desanya cukup jauh dari lokasi SMA Negeri Pangaribaun yang berada di kota kecamatan. Misalnya, Desa Sigotom dengan posisi paling jauh dari lokasi sekolah membuat anak-anak desa tersebut sama sekali tidak punya peluang untuk bersekolah di SMA Negeri Pangaribuan karena sistem zonasi.
"Kondisi ini memberikan peluang yang sangat besar untuk si anak putus sekolah karena dia tidak diterima di sekolah di kampungnya. Untuk masuk sekolah swasta membutuhkan biaya yang besar. Sementara kondisi ekonomi orangtua tidak mencukupi untuk itu, akhirnya putus asa dan tidak sekolah," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Nikson meminta kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Pendidikan agar kebijakan zonasi ini ditinjau ulang sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan khususnya sampai tingkat SMA.
"Sistem zonasi ini memang akan menguntungkan pada posisi di perkotaan yang wilayah dan sekolahnya sudah mendukung untuk itu. Tetapi kondisi geografi seperti Tapanuli Utara sangat merugikan bagi dusun-dusun yang jauh dari lokasi sekolah karena tidak memiliki peluang untuk sekolah di sekolah tersebut. Ini menjadi perhatian kita bersama, tugas kita bersama karena ini sudah banyak disuarakan masyarakat, terutama desa-desa yang sekolahnya sangat terbatas," kata Nikson. (*)

Editor: [email protected]

T#gs Bupati Taput Nikson Nababan tapanuli utara sistem zonasiTarutung
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments