Kamis, 06 Agu 2020

Bisnis Digital Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemik Covid-19

Donma Hutagalung Rabu, 08 Juli 2020 19:45 WIB
Palapanews

Ilustrasi

Medan (SIB)
Bisnis digital tumbuh signifikan di tengah pandemik Covid-19 seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Wabah ini mendorong peningkatan akses layanan digital/internet mencapai 47 persen.

"Pandemik Covid-19 telah merubah perilaku masyarakat dalam bekerja, belajar, beribadah, berbelanja dan lainnya yang semuanya dilakukan dari rumah. Perubahan ini membutuhkan layanan internet yang baik. Perubahan inilah ditangkap pelaku usaha dengan memberikan inovasi atau solusi bagi pelanggan termasuk PT Link Net.Tbk," kata Victor Indajang, Deputy Chief Executive Officer dan Chief Operations Officer PT Link Net.Tbk dalam webinar 'First Media Virtual Media Update', Rabu (8/7/2020).

Victor menyebut masa pandemik Covid-19 berdampak pada kebijakan bisnis, perubahan menuju normal baru.

Kinerja perusahaan telekomunikasi di masa pandemi, sebutnya, mengalami pertumbuhan. Sebab, masyarakat dianjurkan beraktivitas dari rumah. Kondisi ini membuat banyak perubahan dan mendongkrak penggunaan internet.

"Bagi yang bekerja dari rumah, rapat melalui rapat virtual dengan video call atau webinar.
Selain itu juga transaksi e-commerce juga melonjak di masa pandemi," kata Victor.

Sementara Santiwati Basuki, Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk, Santiwati Basuki dalam paparannya menyebutkan, WFH membuat trafik pengguna internet mengalami kenaikan 47 persen. Dengan peningkatan aplikasi yang diakses untuk netfix mencapai 140%. Youtube 33% dan Google 33%.

Dengan perubahan menuju normal baru ini, pihaknya melihat peluang dengan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Serta menawarkan beragam produk, salasatunya memperluas jangkauan internet dari sudut ke sudut.

Agung Satya Wiguna, Enterprise Sales Director PT Link Net Tbk juga mengatakan masa pandemik memberikan imbas, terutama setelah berkurangnya aktivitas di perkantoran.

Seperti di Jakarta dari 5 jutaan pekerja kantor, dengan WFH hanya 1 jutaan dari 3.711 perusahaan yang masih bekerja di kantor dengan 11 segmen industri di antaranya kesehatan, makanan dan minuman, komunikasi dan informasi, logistik, kebutuhan sehari-hari.

Agung menjelaskan, akibat pandemi Covid-19 market perkantoran mengalami penurunan hingga 83%. Selain itu, Covid-19 ini juga berimbas pada industri wisata. Dikatakannya, sepanjang Januari hingga Mei 2020, sebanyak 45 ribu wisatawan membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Kondisi ini menyebabkan potensi kehilangan pendapatan Rp4 triliun. Sehingga hal tersebut berdampak pada okupansi hotel yang merosot hingga 80%.

Akibat pandemi ini sambungnya, target capaian pertumbuhan tahunan Link Net
dengan besaran 30%-40%, juga dilakukan direvisi menjadi 15%. Meski demikian, pihaknya masih tetap melihat adanya peluang sehingga tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Santiwati Basuki juga menyebutkan, pihaknya mendonasikan Rp10.000 dari setiap transaksi pelanggan baru periode Mei-Juni. Nilainya mencapai Rp500 juta untuk membantu rumah sakit yang membutuhkan proteksi alat kesehatan. Seperti multi vitamin bagi tenaga medis dan alat pelindung diri (APD). (*)


Editor: [email protected]

T#gs Agung Satya WigunaPT Link Net.TbkPT Link Net TbkSantiwati BasukiVictor Indajangbisnis digitalpandemik covid-19pandemik covid 19
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments