Jumat, 02 Okt 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Belum Difungsikan, Tembok Rumah Perlindungan Sosial Deliserdang Sudah Rubuh

Belum Difungsikan, Tembok Rumah Perlindungan Sosial Deliserdang Sudah Rubuh

Jekson Turnip Kamis, 13 Agustus 2020 14:37 WIB
SIB/Jekson Turnip

RUBUH: Seorang petani, Kasrun  menunjuk kondisi tembok rumah perlindungan sosial yang belum pernah difungsikan namun kondisinya sudah rubuh menimpa lahan persawahannya, Kamis (13/8/2020).

Beringin (SIB)
Belum pernah difungsikan, tembok Rumah Perlindungan Sosial yang dibangun Pemkab Deliserdang di Dusun Banjarnegoro A, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, sudah rubuh. Rumah itu nantinya diperuntukkan untuk kaum jompo atau anak-anak terlantar yang membutuhkan perhatian dari pemerintah.

Pantauan hariansib.com, Kamis (13/8/2020), di lokasi tersebut, tembok ukuran 63 meter dengan tinggi satu setengah meter rubuh menimpa tanaman padi milik petani. Tembok rubuh terlihat patah dari dasar pondasi.

Belum diketahui secara pasti penyebab rubuhnya tembok tersebut. Amatan di lokasi sepertinya kontruksi bangunan sepertinya rapuh. Dan sepertinya kurang memperhitungkan kedalaman pondasi dengan sawah milik warga di sebelahnya.

Informasi yang dikumpulkan, pembangunan rumah perlindungan sosial ini dibangun oleh Dinas Perkim Deliserdang pada tahun 2018 dengan anggaran mencapai Rp 800 jutaan untuk tahap pertama.

Kemudian sesuai pantauan pembangunan gedung sudah dilanjutkan ke tahap kedua beberapa waktu lalu. Dengan menambah satu lagi bangunan gedung di belakang termasuk menembok pagar keliling. Anggaran tahap kedua belum diketahui secara pasti.

Seorang petani, Kasrun (68), yang merasa dirugikan akibat rubuhnya tembok ke lahan padinya mengaku kejadian tumbangnya tembok akibat angin kencang dua minggu lalu.

"Saya minta ganti rugi Rp1,5 juta dengan rincian Rp1 juta untuk tanaman padi dengan luas 3 meter x 63 meter. Sementara Rp500.000 lagi untuk mempekerjakan pekerja untuk mengangkut material yang kecil usai diangkut tembok yang katanya menggunakan alat berat," kata Kasrun.

Ia juga sudah menyampaikan hal itu kepada Kepala Desa Sidodadi, namun belum ada realisasi.

Camat Beringin, Wahyu Rismiana saat ditemui di ruangan kerjanya membenarkan tumbangnya tembok tersebut. Ia menduga penyebabnya karena hujan dan angin kencang.

"Sudah saya perintahkan Kepala Desa Sidodadi untuk menghitung kerugian petani tersebut secara wajar. Nantinya saya akan kordinasi dengan Kepala Dinas Sosial," terangnya.

Kepala Dinas Sosial Deliserdang, Hendra Wijaya Kadis Sosial Deliserdang Hendra Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan tembok rumah perlindungan sosial tersebut rubuh. Ia menduga rubuhnya tembok tersebut saat hujan deras dan angin kencang dua pekan lalu.

"Untuk perbaikannya saya sudah lapor kepada Pak Sekda. Karena kami dari Dinas Sosial tidak urusi teknisnya. Bagaimana teknis perbaikan dan anggarannya dari mana biar bapak Sekda nantinya yang mengarahkan, kita tunggu saja arahannya," terang Hendra.

Ditanya soal bangunan tahap dua yang sudah rampung beserta temboknya terkait berapa biayanya, ia kurang mengetahui. "Tanyakan saja ke Dinas Perkim Deliserdang. Karena tahap pertama dan kedua pembangunannya itu Dinas Perkim yang bangun," tutur mantan Camat Sunggal itu.

Untuk jadwal penggunaan rumah perlindungan sosial, Hendra menyebut alasan karena situasi pandemi. Sebab jika tidak ada pandemi, rumah tersebut sudah dapat digunakan untuk orang jompo dan anak terlantar.

"Tunggulah siap Covid-19 ini. Karena kalau kita paksakan jika terjadi cluster dari situ kan bisa membuat kecemasan bagi kita bersama," kata Hendra.(*)


Editor: [email protected]/[email protected]

T#gs BeringinPemkab DeliserdangRumah Perlindungan Sosialtembok rubuh
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments