Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Berita Terkini
  • Akhyar Tawarkan Kembali Medan Mall dan Hotel Soechi Kepada Pihak Ketiga

Akhyar Tawarkan Kembali Medan Mall dan Hotel Soechi Kepada Pihak Ketiga

Horas Pasaribu Selasa, 02 Juni 2020 20:11 WIB
Foto SIB/Dok Humas Pemko
BERBINCANG: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution berbincang-bincang dengan Arif dan William, mewakili manajemen Hotel Soechi Medan, Selasa (2/6/2020) saat meninjau hotel Soechi Jalan Cirebon Medan, salah satu aset milik pemko yang tahun ini berakhir kontraknya. 

Medan (SIB)
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau Medan Mall di Jalan MT Haryono No 8, Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Selasa (2/6/2020). Peninjauan ini dilakukan jelang berakhirnya kerja sama Build Operate Transfer (BOT) aset milik Pemko Medan pada bulan November 2020. Pada peninjauan ini Akhyar mengecek dan menginventaris aset yang terdapat di wilayah Medan Mall tersebut.

Akhyar mengatakan pada tahun 2020 ini tepatnya di bulan November kerjasama BOT yang dilakukan Pemko Medan dengan pihak ketiga akan berakhir. Dengan berakhirnya kerja sama, maka lahan sekaligus bangunan akan menjadi milik Pemko Medan.

"Kehadiran kami ini untuk mengecek kesiapan penyerahan atas berakhirnya BOT Medan Mall. Saat ini tengah dilakukan inventarisasi menghitung aset-aset yang akan diserahkan ke Pemko Medan setelah berakhirnya kerja sama ini, aset ini 100 persen seutuhnya milik Pemko Medan baik bangunan maupun lahan," kata Akhyar.

Ia mengatakan, setelah berakhirnya kerja sama ini, Pemko Medan akan mengecek kembali mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah apakah akan disewakan kembali atau tidak kepada pihak ketiga. "Nanti kita lihat kembali apakah akan disewakan kembali ke pihak ketiga atau tidak, nanti akan kita liat proposal permohonan yang ada. Kita ikuti mekanisme yang sudah diatur oleh pemerintah," kata Akhyar.

Akhyar juga menyatakan bahwa protokol kesehatan di Medan Mall ini sudah berlangsung. Terkait new normal di Kota Medan ini sedang dipersiapkan baik dari segi infrastruktur maupun kultur, karena di era new normal ini akan merubah kebiasaan kehidupan terutama kebiasaan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Akhyar yakin bahwa dengan masyarakat sadar untuk menggunakan masker, wabah ini dapat diminimalisir sehingga lambat laun Kota Medan akan segera kembali seperti sedia kala.

Setelah dari Medan Mall, Akhyar bertolak meninjau aset Pemko satu lagi yakni Hotel Soechi Jalan Cirebon. Pada kesempatan itu, Akhyar mengatakan bahwa pihaknya akan membuka peluang pihak ketiga mengelola Medan Mall dan Hotel Soechi dengan dalih untuk menggeliatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Pemko membuka peluang pihak ketiga yang ingin mengontrak atau memanfaatkan aset yang dimilikinya. Tapi pihak ketiga yang berminat harus mengikuti seluruh mekanisme dan aturan yang berlaku. Kedua aset itu adalah Medan Mall dan Hotel Soechi, penawarannya dilakukan setelah kontrak dengan pihak ketiga yang selama ini dilakukan melalui mekanisme BOT (Build Operate Transfer) akan berakhir tahun ini,” kata Akhyar.

Menurut dia, pemko memberikan kesempatan kepada banyak pihak untuk mengontrak atau mengelola aset milik Pemko Medan. Yang penting mereka harus mengikuti mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan. Kondisi Hotel Soechi Medan saat dikunjungi Akhyar sangat sepi dan tidak ada aktifitas karena sudah tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19 menerpa Kota Medan.

Dalam peninjauan itu Akhyar didampingi Kabag Perlengkapan dan Pengadaan Setdako Medan SI Dongaran, Kabag Humas Arrahman Pane serta Camat Medan Kota T Chairuniza. Kedatangan rombongan diterima Arif dan William, mewakili manajemen Hotel Soechi Medan.

Mantan anggota DPRD Medan ini mengakui, pandemi Covid-19 menyebabkan tidak sedikit hotel di Kota Medan yang menghentikan sementara operasionalnya. Selain minimnya tamu, penutupan sementara dilakukan sebagai upaya untuk menghemat cost (biaya) yang harus dikeluarkan. Oleh karenanya Akhyar pun berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga bisnis perhotelan kembali berjalan lancar.

Meski pun sudah tidak beroperasi, Arif dari manajemen hotel menjelaskan kepada Akhyar bahwa mereka juga harus mengeluarkan biaya untuk menggaji sekitar 20 orang guna menjaga hotel berlantai 12 dengan memiliki 267 kamar tersebut. “Walaupun tutup kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp.100 juta lebih untuk membayar gaji kepada 20 orang tersebut,” jelas Arif.

Di samping itu ungkap Arif lagi, biaya yang paling besar mereka keluarkan yakni pembayaran tagihan listrik setiap bulannya. Lantaran tidak ada income masuk sejak tidak beroperasi hotel. Arif mengaku, mereka telah menyurati pihak PLN agar mau memberikan pengurangan biaya tagihan listrik. “Sampai kini belum ada balasan,” jelasnya.

Akhyar pun dapat merasakan beban yang tengah dihadapi pihak perhotelan saat pandemi Covid-19 ini. Banyaknya hotel yang menutup sementara operasionalnya, kata Akhyar, juga berdampak dengan minimnya retribusi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan dari sektor retribusi pajak hotel. “Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut hingga dua bulan ke depan, maka keuangan Pemko Medan juga terancam,”ungkap Akhyar.

Sama seperti meninjau Medan Mall, Akhyar menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi Hotel Soechi Medan yang merupakan aset Pemko Medan. Karena keduanya sama-sama aset Pemko Medan yang selama ini dikontrakkan kepada pihak ketiga dengan sistem BOT. Tahun ini, kontraknya dengan Pemko Medan berakhir dan akan kembali menjadi aset Pemko Medan.

“Kita ingin prekonomian kembali berjalan dengan baik. Untuk itu bagi pihak-pihak yang ingin mengontrak atau mengelola aset ini, kita persilahkan dengan mengikuti mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan Pemko Medan,” pungkasnya.(*)


Editor: Robert Banjarnahor

T#gs covid-19 covid 19 Hotel Soechi Medan Pemko MedanIr H Akhyar Nasution MSi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments