Kamis, 16 Jul 2020

5.813 Petani di Sergai Terima Kartu Tani

Rimpun H Sihombing Selasa, 02 Juni 2020 22:14 WIB
Foto Dok/Diskominfo Sergai
KARTU TANI : Bupati Sergai, Ir H Soekirman didampingi Pimpinan BNI Cabang Tebingtinggi Maralun Sitompul dan Kadis Pertanian Radianto Panjis secara simbolis menyerahkan kartu tani kepada perwakilan petani, Selasa (2/6/2020). 
Sergai (SIB)
Sebanyak 5.813 petani di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menerima kartu tani yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sergai, Ir H Soekirman didampingi Pimpinan BNI Cabang Tebingtinggi Maralun Sitompul dan Kadis Pertanian Radianto Panjis, Selasa (2/6/2020) di Aula Kantor Dinas Pertanian Sergai di Seirampah.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, pertanian yang baik jangan melupakan tiga hal yaitu, kebijakan, kelembagaan dan kebersamaan. Kebijakan negara melalui Kostra Tani mengatur sistem komando garis yang sejalan dengan kelembagaan sampai ke tingkat desa, yang menciptakan kebersamaan melalui Kostra tani tersebut.

"Dengan masih baiknya pertanian, pariwisata dan budaya, kita optimis Indonesia tetap survive meski di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh bangsa di dunia," ujarnya.

Soekirman juga menegaskan bahwa dalam pertanian juga ada politik yang harus dimasuki masyarakat petani dan penyuluh, yaitu politik pertanian. Dalam politik pertanian tersebut, pertama harus berpikir untuk surplus, untuk mencapai hasil yang lebih banyak dari sebelumnya. Kedua adalah swasembada, dan yang ketiga adalah sejahtera.

Tidak lupa, Soekirman juga mengucapkan terimakasih kepada PT Bank BNI dengan kartu tani dan e-warung sebagai sebuah terobosan ekonomi yang sangat baik, sejalan dengan visi Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan.

"Kartu Tani dalam bentuk ATM ini termasuk uang elektronik atau e-money, yang dalam hal ini dapat menghindarkan kita dari peredaran uang fisik yang rentan dapat membawa virus Covid-19," pungkas Soekirman.

Sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Radianto Panjis melaporkan, penerbitan kartu tani ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam memberikan pelayanan kepada petani.

Untuk Wilayah Sumut, pelaksanaannya bekerja sama dengan PT BNI (Persero). Para petani yang tergabung dalam kelompok tani, didaftar menjadi nasabah BNI dan diberi kartu tani yang berfungsi seperti ATM, dapat digunakan untuk belanja dimanapun. Dengan kartu tani ini, petani dapat menebus pupuk bersubsidi di kios yang telah ditentukan dan tanpa kartu tani, petani tidak diperkenankan membeli pupuk bersubsidi. Selain itu, dengan kartu tani ini, petani juga dapat bertransaksi secara elektronik, terutama di warung link (e-warung).

Untuk tahap pertama, lanjutnya, kartu tani yang diserahkan 5.813 kartu yang dialokasikan untuk petani di 11 kecamatan yaitu, Kecamatan Seirampah, Pegajahan, Tebingtinggi, Tebingsyahbandar, Perbaungan, Tanjungberingin, Bintangbayu, Seibamban, Telukmengkudu, Dolokmasihul dan Pantaicermin. Sedangkan untuk 6 kecamatan lagi, akan menyusul pada penyerahan kartu tani tahap kedua.

"Petani yang telah memiliki kartu tani adalah salah satu syarat untuk menerima bantuan dari pemerintah, dalam hal ini dari Kementerian Pertanian," tegas Radianto. (*)


Editor: Robert Banjarnahor/Eva R Pelawi

T#gs Kartu Tani nasabah petaniSergai
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments