Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

4 Penyakit Berbahaya Jika Makan Daging Tikus

Leo Bukit Rabu, 03 Juni 2020 13:53 WIB
Dok/EM Manurung
dr Eny Muhartiyanti Manurung 

Medan (SIB)
Tikus salahsatu hewan yang membahayakan kesehatan manusia. Hewan mamalia yang hidup di selokan, tempat sampah atau area rumah seperti garasi dan dapur ini bisa menularkan berbagai penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai.

Hal itu dikatakan dr Eny Muhartiyanti Manurung yang bertugas di Puskesmas Aek Ledong, Kabupaten Asahan kepada wartawan, Rabu (3/6/2020), saat diminta tanggapan soal petani nagori (desa) Tigabolon, Kecamatan Sidamanik, melaksanakan gerakan perburuan tikus di areal persawahan karena tiga kali musim tanam gagal panen. Sebagian hasil tangkapan disajikan menjadi santapan warga, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan Humae Society of the United States mencatat, tikus adalah binatang yang dapat menyebarkan penyakit kepada makhluk hidup lainnya. Melaui gigitan, urin bahkan kutu yang menempel pada tubuh tikus. Mirisnya, belakangan ini terdapat isu seputar penggunaan daging tikus sebagai bahan makanan yang membuat masyarakat resah.

"Kita harus mengetahui bahaya apa saja yang terjadi jika mengonsumsi daging tikus," ujar dr Eny.

Ia menjelaskan beberapa penyakit yang bisa disebabkan tikus yaitu, leptospirosis, merupakan infeksi bakteri yang ditularkan dari tikus ke manusia. Penyakit ini bisa diderita manusia jika memakan daging tikus, kontak langsung dengan urin tikus dan mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.

"Gejala yang muncul saat manusia terinfeksi berupa demam, menggigil, sakit kepala, bercak merah pada kulit, lemas, muntah, mata kemerahan dan nyeri otot. (Widoyono, 2008)," sebutnya.

Selanjutnya hantavirus ini adalah penyakit lain yang dapat disebabkan oleh tikus melalui makanan yang terkontaminasi daging tikus dan urin tikus. Gejalanya menyerupai flu namun terjadi dalam waktu yang lama. Dikutip dari Jonsson et al, 2010, gejala yang diawali seperti demam, tekanan darah menurun, sedikit buang air kecil namun kemudian akan berubah menjadi sering buang air kecil. Bila tidak ditangani dengat tepat dapat menyebabkan komplikasi dan kematian.

Berikutnya, salah satu kuman yang dibawa tikus adalah listeriosis monocytogeneses. Yang dapat menginfeksi manusia melalui makanan yang terkontaminasi dengan danging atau kotoran tikus. Menurut Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit (CDC) penyakit ini rentan diderita ibu hamil dengan kemungkinan 20% lebih besar dan diperkirakan jumlah kasus listeriosis pada ibu hamil sekitar 17%.

Gejala yang sering muncul demam ringan, sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah. Namun bila dilakukan perawatan dengan baik infeksi ini dapat disembuhkan setelah pasein menjalani perawatan dirumah sakit selama lima hari. Selanjutnya yang terakhir yaitu bakteri salmonella yang berbahaya untuk kesehatan juga dapat ditemukan pada tikus.

Penyakit ini secara umum juga ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi dengan kotoran tikus. Gejala dari salmonellosis berupa diare, penurunan berat badan, kram perut, mual dan muntah, serta munculnya darah pada tinja. Gejala ini akan membaik dalam kurun waktu satu minggu, namun pada beberapa kasus bisa berlanjut menjadi penyakit typoid/tifus dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Melihat dari daftar penyakit yang dapat disebabkan oleh tikus, dr Eny Manurung mengharapkan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar selalu tetap bersih dan tidak menjadi sarang berkembangbiaknya hewan seperti tikus yang dapat membawa berbagai kuman penyakit.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih bahan makanan yang berbahaya baik mengandung daging tikus ataupun yang terkontaminasi oleh urin dan kotoran tikus guna menghindari berbagai penyakit tersebut," imbaunya. (*)


Editor: Wilfred Manullang/Donna

T#gs asahanPuskesmas Aek Ledongdr Eny Muhartiyanti Manurungpenyakit yang ditimbulkan jika memakan daging tikus
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments