Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Tidak Sekedar Takjub

* (Markus 1:21-28) Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 20 Januari 2019 19:56 WIB
2.392 view
Tidak Sekedar Takjub
Di dunia ini boleh saja memiliki idola orang-orang yang kita kagumi, mungkin saja ibu atau ayah kita, mungkin juga tokoh gereja atau tokoh politik. Kita mengagumi mereka mungkin karena berbagai faktor, misalnya pribadinya, visinya, kekokohan prinsipnya, keteladanannya, kehebatannya dan kebaikannya. Kita menaruh rasa kagum yang begitu besar, kita ingin punya kesempatan untuk mengenalnya dan mengikuti cara hidupnya.

Demikian halnya dengan orang-orang di Kapernaum sungguh begitu takjub melihat Yesus ketika datang untuk mengajar orang banyak di Synagoge. Dia tampil dengan sosok yang berwibawa dan penuh hikmat memiliki kuasa Roh Kudus. Dalam Markus 1:21-27 disebutkan dua kali mereka takjub. Pertama, mereka takjub (terpesona) ketika mendengar pengajaran Yesus yang penuh kuasa. Orang banyak itu menilai Yesus tidak seperti para ahli Taurat (22). Kedua, mereka takjub (terkejut atau heran) bukan hanya pengajaran Yesus yang penuh kuasa, tetapi juga pelayanan-Nya penuh dengan kuasa sehingga roh jahatpun tunduk kepada-Nya (25-27).

Akan tetapi, ketakjuban mereka hanyalah sebatas kagum dan rasa heran. Apa yang dilihat tidak membuat mereka ingin mengenal Tuhan secara pribadi. Memang mereka memperbincangkan tentang Yesus sampai kabar itu cepat tersebar di seluruh Galilea (28). Namun semua itu hanya sebatas perasaan takjub belaka. Tidak disebutkan bahwa di antara mereka ada yang percaya Yesus. Ironisnya, Alkitab justru menyebutkan bahwa roh jahat tahu tentang Yesus (24), bahkan roh-roh itu takut kepada-Nya dan menaati-Nya (27).

Bagaimana dengan kita? Mari kita mengevaluasi diri secara jujur, ke-Kristenan seperti apa yang selama ini kita jalani? Apakah ke-Kristenan yang terjebak sekedar takjub, namun sama sekali tidak mau tahu dan mengenal-Nya lebih dalam? Atau kerohanian yang sekedar kagum tetapi tidak mau menaati-Nya? Seharusnya kita menjalani kehidupan Kristiani yang sungguh-sungguh mengagumi-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta memiliki relasi pribadi dengan-Nya.

Hadirnya roh jahat yang merasuki salah seorang warga jemaat Kapernaum yang berada di Synagoge mengejutkan khalayak ramai. Namun, gangguan roh jahat ini tidak mampu mengganggu dan menghalangi pengajaran Yesus. Justru insiden itu menyatakan kehadiran kuasa Ilahi yang hadir dalam pelayanan Yesus. Kalau sebelumnya kuasa Yesus hanya terlihat dalam pengajaran-Nya, sekarang orang-orang dapat melihat kuasa itu bekerja dalam pelayanan-Nya.

Sehingga mereka semakin takjub setelah menyaksikan roh jahatpun taat pada perkataan-Nya. Atas kendali roh jahat yang ada di dalamnya orang itu berteriak "Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah". Tetapi Tuhan Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya (Mrk. 1:23-26). Tuhan Yesus memperlihatkan kuasa-Nya pada saat Ia mengatakan kepada roh jahat itu apa yang harus ia lakukan, dan roh jahat itupun taat kepada-Nya.

Artinya, tanpa kuasa rohani, ajaran agama hanya akan menjadi sebuah pengetahuan belaka. Tanpa kuasa rohani, teologi tidak akan mampu memberi dampak terhadap pikiran, hati dan perbuatan manusia.

Orang banyak, yang mendengar pengajaran dan perkataan Tuhan Yesus yang penuh kuasa, mulai memperbincangkannya serta menyampaikannya kepada orang-orang lain. Oleh karena itu, kabar tentang Tuhan Yesus dengan cepat tersebar ke segala penjuru di seluruh Galilea (Mrk. 1:27-28).Kemudian hari Tuhan Yesus yang dapat mengajar dan berkata-kata dengan kuasa telah memberikan kuasa itu kepada murid-murid-Nya dan kepada kita. Ia berkata "kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Matius 28:18).

Bagaimana kita dapat mengajar dan berkata-kata dengan kuasa? Ada tiga langkah untuk itu, yaitu Pertama, Belajar kepada-Nya; Kedua, Beritakan Injil-Nya; Ketiga, Mengajarkan firman-Nya. Tuhan Yesus tidak saja memanggil kita untuk menjadi orang yang percaya kepada-Nya, tetapi juga untuk menjadi murid-murid-Nya. Untuk bisa mengajar dan berkata-kata dengan kuasa seperti Tuhan Yesus, kita harus terlebih dulu menjadi murid-Nya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Manusia senantiasa berkutat dalam kubangan dosa karena mengikuti jalan dunia, mentaati roh jahat yang sekarang bekerja di antara orang-orang durhaka, serta menuruti keinginan dan hawa nafsu daging. Berita Injil membawa orang-orang untuk mengenal dan menerima anugerah keselamatan dari Allah. Ingatlah, Firman Tuhan memiliki kuasa untuk menerangi dan menumbuhkan. Firman Tuhan dapat memberi hikmat dan menuntun seseorang kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus, serta bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timoteus 3:16).

Oleh karena itu, agar kita dapat mengajar dan berkata-kata dengan kuasa dari Tuhan maka jangan lupa dengan BBM,maksudnya: Belajar kepada-Nya; Beritakan Injil-Nya; dan Mengajarkan firman-Nya. Amin! (h)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru