Rabu, 21 Agu 2019

RENUNGAN

Roh Kudus Sebagai Kehidupan (Roma 8 : 9-11)

* Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
admin Minggu, 09 Juni 2019 09:44 WIB
Pdt Sunggul Pasaribu
Sudah lama gereja tua di Detroit itu dibiarkan kosong dan tidak terurus. Bangunan yang sudah mulai rusak tersebut berpadu sangat alami dengan keadaan di sekitarnya. Toko-toko di pinggir jalan telah ditutup. Sebuah gedung sekolah tua telah terkunci rapat. Hanya ada beberapa toko grosir yang masih terawat. Suram, kotor, terlupakan - begitulah pemandangan kita terhadap gereja yang terlihat sepi, kumuh, menakutkan yang selama ini tidak ada penghuni dan cahaya. Namun, suatu malam segalanya berubah total. Gereja tua yang terbengkalai itu bermandikan cahaya berkilauan. Mobil-mobil diparkir berjejer di pinggir jalan. Suara musik bergema di udara. Sesuatu yang telah mati dan diabaikan sebelumnya namun kini hidup kembali.

Kita pun dapat menemukan kenyataan hidup orang-orang yang cenderung seperti gereja tua tersebut. Secara rohani selama bertahun-tahun mereka hidup dalam kegelapan dan kekosongan tak berbeda dengan gereja tua itu. Di dalam dirinya hanya ada amarah, keegoisan, kesombongan, percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu (Kolose 3:5,7). Perilaku seperti itu menurut Paulus adalah kehidupan manusia Adam yang pertama.

Namun suatu hari segalanya berubah. Tiba-tiba kegelapan itu lenyap karena seseorang telah "menyalakan lampu-lampu. Seseorang itu adalah Allah. Dia mengampuni mereka yang datang kepada-Nya melalui iman dalam Yesus Kristus, Putra-Nya. Dia akan memberikan kehidupan baru bagi mereka yang tampaknya tidak memiliki pengharapan - mereka yang mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1). Jika semuanya ini terdengar asing, mungkin karena kita telah melupakan kuasa Yesus Kristus yang mengubahkan. Marilah kita mengingat apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita, dan apa yang dapat dilakukan-Nya bagi orang lain.
Nats renungan untuk kita pada hari ini sebagaimana terdapat dalam Roma 8:9-11 menggambarkan perbedaan kehidupan manusia antara orang yang dikuasai kedagingan (non - rohani) dengan yang dipenuhi dan dibenarkan oleh roh kudus sebagai kehidupan.

Paulus menguraikan dua golongan orang, yaitu : mereka yang hidup menurut daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh. Pertama, Hidup "menurut daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinahan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan sebagainya tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau bioskop, dan sejenisnya.

Kedua, Hidup "menurut Roh" ialah mencari dan tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah. Menurut Paulus ciri-ciri manusia yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus dapat dilihat sebagaimana dikatakan dalam surat Galatia 5:22-23, yaitu ; kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Mustahil manusia dapat untuk mengikuti keinginan daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan. Jikalau seorang gagal melawan keinginan dosa dengan pertolongan Roh maka seseorang tersebut akan hidup menurut hukum daging, lalu dia akan menjadi seteru Allah dan pada waktunya akan menantikan kematian rohani yang kekal. Mereka yang terutama mengasihi dan memperhatikan hal-hal dari Allah dalam hidup ini dapat mengharapkan hidup kekal dan hubungan dengan Allah.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus. Hari ini gereja dan orang Kristen merayakan peringatan hari pencurahan Roh Kudus. Menjadi pertanyaan kita, apakah relevansi nats renungan ini terhadap kehidupan iman kita dewasa ini. Secara khusus nats renungan kita hari ini mengangkat topik tentang roh sebagai kehidupan. Hal ini mengingatkan kita, bahwa ketika kita hidup di dunia ini, di mana keinginan daging menawarkan kenikmatan dan kelezatan. Bagi mereka yang menganggap kehidupan duniawi sebagai kebenaran dan satu-satunya tujuan hidup maka dirinya akan terhisap, dikuasai dan dikendalikan oleh hawa nafsu.

Tetapi sekarang, Paulus menasehatkan bahwa hanya dengan roh yang bisa membuat manusia hidup dan benar. Sebab, ada kehidupan yang terlihat survive, melimpah, serba berkecukupan tetapi bila tidak ada roh yang mewarnai kehidupan orang seperti itu, maka ia diibaratkan oleh Yehezkiel bagaikan tulang-tulang yang berserakan (Yehezkiel 37:1-14), mereka hidup secara badani tetapi mati dalam roh. Mereka hidup tetapi tidak memancarkan kehidupan, mereka memiliki nyawa tetapi tidak mampu menghembuskan kata damai, kasih, kebenaran, persatuan dan kesatuan. Mereka terlihat sehat secara jasmani tetapi jiwa dan hatinya bebal dan beku melakukan kehendak Roh, mereka terlihat bebas beraktivitas tetapi tidak satu pun tindakan dan perbuatannya melahirkan kebajikan terhadap kepentingan orang banyak. Begitulah bila roh tidak menghinggapi manusia, dia hanya larut dan dikendalikan oleh keinginan daging semata. Bila kita ingin hidup dan benar terimalah Roh Kudus. Amin.! (f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments