Jumat, 24 Jan 2020
  • Home
  • Agama Kristen
  • Pesta Parasiniroahon dan Gotilon HKBP Ampera, Janda Kurang Mampu Diberi Bantuan

Pesta Parasiniroahon dan Gotilon HKBP Ampera, Janda Kurang Mampu Diberi Bantuan

admin Senin, 07 Oktober 2019 11:27 WIB
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait STh MM dan Pendeta HKBP Ampera Pdt Resna T Malau berfoto bersama panitia dan jemaat usai pesta Taon Parasiniroahon dan Gotilon HKBP Ampera, Minggu (6/10).
Medan (SIB) -Pesta Taon Parasinirohaon yang dirangkai dengan Pesta Gotilon HKBP Ampera Jalan Danau Jempang, Medan Barat, Minggu (6/10), berlangsung penuh suka cita dihadiri seluruh jemaat.

Perayaan yang mengambil tema "Marhobasan di adopan ni Debata (Hidup untuk melayani Tuhan)" ditandai dengan pemberian bantuan kepada keluarga kurang mampu/janda oleh Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait STh MM didampingi Pendeta HKBP Ampera Pdt Resna T Malau sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang pertandingan olah raga dan CCA yang telah digelar sebelumnya.

Ketua panitia SLM Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, pesta gotilon melambangkan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah. "Pesta gotilan yang kita lakukan saat ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan kepada kita sepanjang tahun ini," kata SLM Simanjuntak.

Lebih lanjut dia mengatakan pesta gotilon berawal dari tradisi Yahudi yang membawa persembahan berupa hasil panen ke dalam pelataran Bait Allah yang selanjutnya digunakan Suku Lewi untuk dibagi-bagikan kepada kaum fakir miskin.

Pdt Sunggul P Sirait dalam kotbahnya mengatakan pesta gotilon adalah mengingatkan warga HKBP untuk melayani Tuhan dengan segenap hati dan kasih. "Saat ini banyak orang Kristen lupa mengucapkan syukur kepada Tuhan karena gaya hidupnya yang berubah. Perubahan itu disebabkan berbagai hal seperti rejeki bertambah, pangkat atau kedudukan sosial. Padahal apa yang kita punya semua itu bersumber dari Tuhan," jelasnya.

Dia mengatakan pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat harus kita hadapi sebagai realita sosial khususnya di era millenial. Untuk itu, marilah menjadi orang Kristen yang benar di hadapan Tuhan dengan membentengi diri dengan iman yang kuat. (rel/R16/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments